Archive for April, 2009

Ikhlas

Orang yang beriman selalu punya cara sendiri untuk menata hatinya, meski berlawanan dengan apa yang ia terima dalam kehidupan.

Saat mendapat musibah airmatanya menetes, tapi hatinya terilhami untuk meyakini bahwa apa yang diberikan Allah padanya pasti yang terbaik baginya.

Fisiknya mungkin lelah, pikirannya mungkin penat, tapi tidak dengan hatinya yang terus yakin bahwa jika ia diuji, maka Allah sayang padanya.

________________________________________________________________

Quote ini kudapet dari Adikku. Belum tahu Adikku buat sendiri atau mungkin dapat forwardan sms. Adikku memang dewasa bangetzz,, kata-katanya sering menenangkan jiwa (ciiee,,,). Yang jelas ini bagus banget. Supaya gak gampang menyerah sama perasaan yang kadang naik turun. Sama logika yang hampir terseret ma hati. Dan kadang hati yang meluruhkan semangat,,,, ^^


Comments (3) »

Five Forces to Analyze Business Strategy-Michael E. Porter

Alhamdulillah… kelar sudah review tentang 5 Forces. Baru dua sudut pandang yang coba dilebur disini.

———————————————————————————————–

How competitive forces shape strategy? Berangkat dari pertanyaan itu, Michael E. Porter mencoba menjelaskan tentang pentingnya menciptakan strategi. Inti dari strategi adalah mengatasi kompetisi dengan para kompetitor. Kompetitor bukan hanya perusahaan sejenis, tetapi juga pendatang baru (potential enthrants), pemasok (suppliers), konsumen (customers), dan barang pengganti (subtitute products or services). Kelima aspek tersebut bekerja dalam waktu yang bersamaan, dan saling mempengaruhi strategi perusahaan. Lebih sistematisnya, di jelaskan dalam gambar di bawah ini:


Five Forces Governing Competition in an Industry-Mich. E. Porter

Five Forces Governing Competition in an Industry-Mich. E. Porter

a. Kompetitor-Persaingan dalam Industri (Competitors Industry-Segment Rivalry)

Tingkat persaingan dalam suatu industri dapat diukur dengan menggunakan The Concentration Ratio (CR). CR mengindikasikan market share yang diperoleh 4 perusahaan terbesar dalam industri tersebut.

Penilaiannya:

  • Semakin tinggi CR, berarti ada perusahaan yang memiliki market share dalam jumlah besar dalam industri tersebut. Dalam hal ini kondisi pasar dikatakan hampir mendekati jenis pasar monopoli (karena ada yang bisa menguasai pasar)
  • Semakin rendah CR , maka semakin rendah market share yang terbagi di antara kompetitor dalam industri tersebut. Persaingan ketat, karena tidak ada yang memiliki market share dengan jumlah yang signifikan. Jika ini terjadi, perusahaan memerlukan informasi tentang trend pasar.

Indikasinya seperti ini: (http://en.wikipedia.org/wiki/Concentration_ratio)

Perusahaan bisa menerapkan beberapa strategi agar unggul dibandingkan kompetitor lainnya:

  • Harga. Perusahaan bisa menurunkan atau bahkan menaikkan harga untuk mendapatkan ‘temporary advantage’. Contoh yang paling mudah adalah persaingan harga (tarif) diantara operator telepon. Misalnya, Axis menurunkan tarif telpon Rp.1/nelpon mulai januari hingga april. Ini bertujuan untuk mendapatkan pelanggan-menarik pelanggan. Ketika Axis mulai memainkan strategi ini, tak lama kemudian XL mengeluarkan strategi serupa yaitu, nelpon Rp.0,1 sepuasnya. Dan jika ditelusuri keduanya tidak jauh berbeda. Hanya permainan harga (tarif) untuk menarik pelanggan.
  • Fokus pada differensiasi produk.

Menurut Kotler, differensi produk berarti melakukan suatu usaha untuk membuat perbedaan antara produk yang kita tawarkan dengan produk lainnya. Differensiasi produk dapat dilakukan dengan berbagai cara melalui harga, kualitas, pilihan produk, pangsa pasar, pelayanan, proses, preferensi (membentuk mind set konsumen)teknologi, dan lainnya (ada banyak pendapat dari Kotler, Jack Trout, Hermawan Kartajaya- ini sengaja diringkas untuk kesederhanaan penulisan, yang simpel-simpel aja, hehe).

Misalnya:

a. Mc Donald menyediakan differensiasi pelayanan dan proses dengan membuat “60 seconds program”, dimana konsumen yang dilayani lebih dari 60 detik akan mendapatkan ice cone.

b. Pocari Sweat melakukan differensiasi preferensi dengan slogannya “pengganti ion tubuh”, atau Soy Joy “sebagai camilan sehat karena kaya anti oksidan”

c. Beberapa bank menerapkan internet banking untuk memudahkan pelanggan yang menggabungkan differensiasi teknologi dan pelayanan.

  • Memanfaatkan sistem distribusi secara optimal dan unik. Di indonesia, beberapa produk mulai menjalin kerjasama dengan jasa retailer. Misalnya, pada saat awal masuk ke pasar, snack anak-anak Recheese Nabati hanya bisa dibeli di Carrefour dan Alfamart. Strategi menguntungkan kedua belah pihak. Recheese memanfaatkan posisi Carrefour dan Alfamart sebagai penyedia jasa retailer yang sudah mempunyai tempat di masyarakat dan memiliki jaringan yang luas.
  • Memanfaatkan kerjasama dengan supplier. Dengan menjalin kerjasama yang baik dengan supplier, perusahaan bisa mendapatkan bahan baku dengan kualitas baik, waktu pengiriman yang tepat waktu, dan sistem pembayaran yang fleksibel sehingga menguntungkan perusahaan.

Persaingan perusahaan dalam suatu industri dipengaruhi oleh:

  • Jumlah perusahaan yang ada dalam industri. Semakin banyak jumlah perusahaan maka persaingan semakin kompetitif karena semakin banyak perusahaan yang bersaing dalam memperoleh pangsa pasar dan sumberdaya.
  • Pertumbuhan pasar yang lambat menyebabkan perusahaan berjuang keras untuk mendapatkan market share. Sedangkan dalam pasar yang sedang berkembang, perusahaan dapat memperoleh pendapatan dengan mudah.
  • Biaya tetap yang tinggi akan mempengaruhi economy of scale perusahaan yang mencerminkan tingkat efisiensi produksi. Jika biaya total mendekati biaya tetap, maka perusahaan harus memproduksi dalam jumlah yang mendekati kapasitas optimal untuk memperoleh biaya perunit yang rendah.
  • Biaya penyimpanan yang tinggi atau biaya kerusakan produk menyebabkan produser menjual barang dalam waktu secepat mungkin untuk menghindari kerugian.
  • “Switching cost” yang rendah meningkatkan kompetisi. Misalnya shampoo atau sabun, seorang konsumen dapat beralih menggunakan sabun atau shampoo dari merk satu ke merk lainnya dengan mudah. Sehingga persaingan antara produsen sabun dan shampoo merupakan persaingan yang sangat kompetitif.
  • Rendahnya tingkat differensiasi produk juga meningkatkan kompetisi. Misalnya, produksi gula pasir tanpa merk. Meskipun dalam satu kota ada beberapa produsen gula pasir, tetapi karena tiap produsen tidak mencantumkan merk dalam kemasannya, maka dalam sudut pandang konsumen, membeli gula pasir tanpa merk yang manapun tidak ada bedanya. Berbeda jika persaingan antara gula pasir “gulaku” dengan gula pasir tanpa merk.
  • High exit barriers. Katakanlah suatu perusahaan mengalami kerugian berkelanjutan yang menyebabkan perusahaan tidak bisa beroperasi dan ingin menghentikan operasinya (gulung tikar). Keputusan untuk gulung tikar tentu tidak mudah karena perusahaan harus menyiapkan uang pesangon bagi para karyawan, kewajiban untuk melunasi hutang, tanggungan aktiva perusahaan yang penjualannya tidak bisa dilakukan dengan cepat sedangkan dalam waktu yang sama perusahaan memerlukan dana tunai dalam jumlah yang banyak.
  • Jenis kompetisi yang beragam, misalnya perbedaan budaya, sejarah, dan filosofi menyebabkan industri tidak stabil. Misalnya untuk rumah sakit yang dananya sebagian besar berasal dari donasi, tentu saja orientasinya non profit.
  • Gejolak yang terjadi dalam industri. Pasar yang sedang berkembang dan berpotensi menghasilkan keuntungan tinggi meningkatkan minat investor untuk memasuki industri tersebut. Dan pada akhirnya, jumlah kompetitor dalam industri tersebut meningkat tajam sehingga kompetisi menjadi semakin ketat.

b. Pendatang baru (potential enthrants)

Pendatang baru memasuki suatu industri dengan membawa “sesuatu yang baru” dengan tujuan untuk memperoleh pangsa pasar (jika ini berhasil maka tentunya pangsa pasar perusahaan sebelumnya bisa jadi berkurang).

Hal terpenting untuk diperhatikan adalah persiapan kita dalam menghadapi datangnya pendatang baru itu. Setidaknya kita melihat “apa yang ditawarkan?”, “bagaimana efisiensi produksinya?” sebagai bahan untuk evaluasi diri.

Pendatang baru tentunya tidak bisa memasuki pasar dengan mudah, ada beberapa hambatan yang dihadapi. Hambatan yang paling utama, ada 6 (Michael E. Porter call it Six Major Sources of Barriers to Entry. Note: Pak Porter,,, pinter sekali Anda..), yaitu:

1. Skala ekonomis (Economies of scale)

2. Differensiasi Produk (Product differentiation)

3. Modal (Capital Requirements)

4. Cost disadvantages independent of size.

5. Distribusi (Distribution Channels)

6. Peraturan pemerintah (government policy)

Penjelasan lebih rinci mengenai 6 hambatan yang dihadapi pendatang baru, klik di http://zizima.wordpress.com/2009/04/28/six-major-sources-of-barriers-to-entry-the-industry/

c. Pemasok (suppliers)

Setiap proses produksi memerlukan input yang berupa bahan baku, tenaga kerja, dan komponen produksi lainnya. Kebutuhan ini mengharuskan perusahaan memiliki relasi yang baik dengan para supplier agar memperoleh produk yang sesuai dengan spesifikasi, pengiriman barang tepat waktu, dan sistem pembayaran yang fleksibel. Oleh karena itu, dalam beberapa hal suppliers merupakan faktor yang perlu diperhatikan dalam menjalankan strategi perusahaan.

5-forces-supplier-kuat1 zizima.wordpress.com

5-forces-supplier-lemah zizima.wordpress.com

d. Konsumen (customers)

Dalam industri, konsumen memegang peranan yang sangat penting karena konsumenlah yang menjadi sasaran utama para produsen untuk membeli produknya dan menghasiilkan pendapatan bagi perusahaan. Tetapi kondisi yang sangat ekstrem (konsumen mempunyai dominasi dalam memegang jalannya industri), persaingan menjadi tidak sempurna. Kondisi yang paling ekstrem adalah pasar monopsoni, satu konsumen untuk beberapa produsen.

5-forces-konsumen-kuat zizima.wordpress.com

5-forces-konsumen-lemah zizima.wordpress.com

e. Barang pengganti (subtitute products or services)

Semakin banyak suatu produk memiliki barang pengganti baik dalam industri yang sama maupun berbeda, maka permintaan akan produk tersebut semakin elastis karena konsumen memiliki alternatif yang lebih banyak juga. Sehingga perusahaan perlu memperhatikan keberadaan barang pengganti dalam menjalankan usahanya. Sebagai contoh kantor pos. Kantor mengandalkan pemasukan dari pengiriman dokumen, surat, dan barang. Disisi lain, dunia telekomunikasi melalui media elektronik sedang berkembang pesat. Kantor pos kurang memperhatikan ini. Jika biasanya pada saat hari raya kantor pos kebanjiran order pengiriman kartu lebaran, beberapa tahun ini hal itu tidak terjadi karena konsumen beralih ke berbagai macam media elektronik yang lebih murah dan cepat (SMS, email, blog, dan sebagainya). Padahal jika kita lihat keduanya berada pada jenis industri yang berbeda, tapi merupakan faktor penguat bagi konsumen untuk mengalihkan sasarannya.

Referensi: Michael E. Porter, Harvard Business Review: “Strategy-Seeking and Securing Competitive Advantage”.




Comments (6) »

Andai Kita Tahu

Orang yang tahu bahwa Sang Pencipta tak pernah berbuat salah dalam mencipta maka dia akan selamat dari mencela.

Orang yang tahu bahwa Sang Pencipta tidak pernah pilih kasih dalam membagikan rezeki maka dia akan selamat dari iri hati.

Orang yang tahu dari apa Tuhan menciptakan maka dia akan selamat dari kesombongan.


*Ini dapet dari temanku yang punya no hape belakangnya 5555, makasih yaa smsnyaa,, bagus bagus,,,

Comments (3) »

Six Major Sources of Barriers to Entry the Industry

Pendatang baru memasuki suatu industri dengan membawa “sesuatu yang baru” dengan tujuan untuk memperoleh pangsa pasar (jika ini berhasil maka tentunya pangsa pasar perusahaan sebelumnya bisa jadi berkurang).

Hal terpenting untuk diperhatikan adalah persiapan kita dalam menghadapi datangnya pendatang baru itu. Setidaknya kita melihat “apa yang ditawarkan?”, “bagaimana efisiensi produksinya?” sebagai bahan untuk evaluasi diri.

Pendatang baru dapat memasuki pasar dengan mudah jika: teknologi yang digunakan tidak terlalu mutakhir, waralaba masih sedikit, memiliki akses untuk distribusi barang, dan usaha dapat dimulai dari skala kecil.

Sedangkan pendatang baru memiliki hambatan yang cukup besar untuk memasuki pasar jika barang yang akan diproduksi sudah dipatenkan oleh perusahaan sebelumnya, konsumen sudah mempunyai merk favorit tertentu, alur distribusi belum terbaca dengan jelas, dan produk harus diproduksi dalam skala besar.

Sedangkan menurut Pak Porter, ketika pendatang baru akan memasuki suatu industri hal-hal yang harus diperhatika ada 6 (Michael E. Porter call it Six Major Sources of Barriers to Entry. Note: Pak Porter,,, pinter sekali Anda..), yaitu:

1. Skala ekonomis (Economies of scale)

Menurut investopedia.com, Economies of scale is “The increase in efficiency of production as the number of goods being produced increases”. Jadi, skala ekonomis mencerminkan tingkat efisiensi produksi dimana biaya rata-rata produksinya menurun (atau kalau naik maka jumlahnya tidak signifikan) meskipun jumlah barang yang diproduksi meningkat karena perusahaan mampu melakukan optimalisasi fixed assets.

Jika biaya total mendekati biaya tetap, maka perusahaan harus memproduksi dalam jumlah yang mendekati kapasitas optimal untuk memperoleh biaya perunit yang rendah

Misalnya:

Skala ekonomis berlaku pada perusahaan yang sensitif pada volume produksi.

Sering membeli barang dengan metode pesanan? Atau memberi produk masal? Mengapa produk yang dibeli dengan cara dipesan lebih mahal daripada produk masal? Disinilah perbedaannya. Karena produk masal mempunyai efisiensi lebih tinggi. Katakanlah untuk membuat sepatu dengan model tertentu (tak peduli berapa jumlah produksinya) memerlukan modal Rp.100.000 untuk alat pencetakan pola. Alat pencetakan pola adalah fixed assets yang harus dikeluarkan untuk memproduksi sepatu. Jika setiap pola hanya digunakan untuk memproduksi satu sepatu saja, maka biaya pencetakan pola dibebankan ke 1 (satu) buah sepatu itu. Jika sepatu masal, maka 1 cetakan pola bisa digunakan untuk beberapa sepatu sehingga biaya pencetakan yang dibebankan pada masing-masing sepatu menjadi lebih rendah. Inilah yang menyebabkan perbedaan harga sepatu pesanan dengan sepatu masal.

Oleh karena itu, agar kontinyuitas bisnisnya berjalan, maka pendatang baru harus menjaga tingkat efisiensi produksinya.

2. Differensiasi Produk (Product differentiation)

Menurut Kotler, differensi produk berarti melakukan suatu usaha untuk membuat perbedaan antara produk yang kita tawarkan dengan produk lainnya. Differensiasi produk dapat dilakukan dengan berbagai cara melalui harga, kualitas, pilihan produk, pangsa pasar, pelayanan, proses, preferensi (membentuk mind set konsumen)teknologi, dan lainnya (ada banyak pendapat dari Kotler, Jack Trout, Hermawan Kartajaya- Cuma ini sengaja diringkas untuk kesederhanaan penulisan).

Sebagai pendatang baru, produk yang ditawarkan harus mempunyai suatu nilai yang bisa mengambil hati pelanggan. Entah itu suatu nilai baru atau nilai lebih dibandingkan produk lainnya. Konsumen akan mengingat produk kita (dan juga merk) jika produk kita berbeda dengan yang lain.

Misalnya:

a. Mc Donald menyediakan differensiasi pelayanan dan proses dengan membuat “60 seconds program”, dimana konsumen yang dilayani lebih dari 60 detik akan mendapatkan ice cone.

b. Pocari Sweat melakukan differensiasi preferensi dengan slogannya “pengganti ion tubuh”, atau Soy Joy “sebagai camilan sehat karena kaya anti oksidan”

c. Beberapa bank menerapkan internet banking untuk memudahkan pelanggan yang menggabungkan differensiasi teknologi dan pelayanan.

Sedangkan bentuk differensiasi produk yang dilakukan pendatang baru, bisa dilihat pada contoh kasus Air Asia dan Citilink. Air Asia menerapkan sistem tiket penerbangan harga murah dan tanpa reservasi tempat duduk untuk menekan biaya. Dan beberapa saat kemudian citilink muncul dengan konsep sama, yaitu harga murah dengan menghilangkan fasilitas makanan bagi penumpang.

3. Modal (Capital Requirements)

Pendatang baru cenderung banyak bermunculan untuk jenis bisnis yang membutuhkan modal kecil. Misalnya, sekitar 3 tahun lalu, booming sekali konter penjualan pulsa. Konter penjualan pulsa merupakan bisnis yang membutuhkan modal kecil dan bisa dikatakan termasuk barang dengan jenis FMCG (Fast Moving Customer Good), sehingga banyak pemain yang ingin melakukan bisnis di bidang ini. Sebaliknya, kita lihat di industri pertambangan, sedikit sekali pendatang baru yang masuk dan bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Dan tentu saja, umumnya, jika suatu bisnis membutuhkan modal yang besar, maka hasil yang akan diperoleh juga berkolerasi positif if we do it in the right track. Modal besar mutlak diperlukan karena kita juga memerlukan biaya untuk melakukan riset dan uji coba produk, membangun pabrik, memperolah bahan baku, dan bisa juga untuk meng-cover kerugian yang mungkin terjadi pada tahun-tahun pertama (ini lumrah).

4. Cost disadvantages independent of size.

Pendatang baru harus mengeluarkan biaya-biaya yang bertujuan untuk meningkatkan optimalisasi kinerjanya agar lebih baik dibandingkan dengan kompetitor. Misalnya, pendatang baru harus berupaya untuk memperoleh bahan baku yang lebih baik, menggunakan teknologi yang lebih mutakhir untuk menciptakan nilai tambah bagi produk, melakukan pemasaran untuk memperkenalkan produk, dan sebagainya. Untuk melakukan hal-hal tersebut, pendatang baru memerlukan biaya. Biaya inilah yang disebut dengan Cost disadvantages.

5. Distribusi (Distribution Channels)

Meskipun suatu produk tersebut memiliki ciri khas tertentu dan unggul dibandingkan produk sejenis atau produk lainnya, tetapi jika tidak bisa dirasakan langsung oleh konsumen, maka usaha perusahaan sia-sia. Untuk itulah perusahaan perlu mengembangkan suatu sistem distribusi yang efisien (low cost) tetapi efektif (high impact).

6. Peraturan pemerintah (government policy)

Pemerintah memberikan beberapa kebijakan untuk mendukung (meskipun ada beberapa investor yang merasa bahwa kebijakan pemerintah justru menghambat investasI) kegiatan ekonomi di Indonesia. Misalnya: Perusahaan meminta perusahaan untuk melakukan CSR (Corporate Social Responsibility) bagi perusahaan yang sudah stabil dan mempunyai penghasilan besar, CSR dengan mudahnya direalisasi. Tetapi bagi pendatang baru, CSR memerlukan perhatian dan juga biaya ekstra. Dan ini ada contoh lain, Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang melarang semua operator nirkabel menggunakan menara dari perusahaan dengan investasi asing telah menyebabkan kebingungan investor, bagi investor yang sudah memiliki kerjasama dengan investor asing tentunya kebijakan ini menimbulkan persoalan biaya yang baru.

*)Artikel ini merupakan rangkuman dari hasil membaca ulasan Michael E. Porter dengan judul “How competitive forces shape strategy?” yang diterbitkan di Harvard Business Review-Strategy Series. Dan ditambah dengan beberapa buku lain dan hasil ‘berguru’. Jadi harap maklum kalau gaya bahasanya zizima banget.. ^^

Comments (4) »

Belajar Belajar dan Belajar Lagi…

Sepertinya minggu-minggu ini blog ini akan dipenuhi dengan hal-hal yang berbau formil. Maksudnya formil? heem… gini. Semalam ada meeting with my Boz. Dalam kacamataku (hampir semua orang dikantor sebenarnya juga sepakat) my Boz ini super pinteer bangetz, bangeeetz. Dari latar belakang memang udah gak diragukan lagi. dibelakang namanya ada tambahan “SE, MBA, MA” (namaku baru SE aja loh, hehhe). Yang bikin aku salut, pinternya bukan cuma pintar hafal teori, kaya pengalaman, dan ilmu pendukung lainnya itu mantaapz. Subhanallah.. Dan dari situ my boz semacam memberi kewajiban tak tertulis buat mempelajari hal-hal baru. Hal-hal baru yang belum pernah aku sentuh.

Jadi termotivasi.. Beliau bilang, jangan pelit bagi ilmu… Insya Allah kalau ada ilmu yang kita bagi dan berguna bagi orang lain, bisa membawa berkah bagi kita. Bersyukur punya atasan yang gak pelit ilmu dan selalu memotivasi buat terus belajar dan mencari hal baru.  Itulah kenapa, jika nanti dalam blog ini ada beberapa postingan yang “formil-mengandung unsur ilmu bisnis”, jangan kaget,,, cuma berusaha menuangkan apa yang udah diperoleh.. sapa tau  berguna yaa.. dan meneruskan amanah buat “gak pelit ilmu”. hehe.

Sejujurnya memang yang akan aku tulis adalah ilmu baru yang belum aku pahami dulu waktu kuliah, dan sekarang kerja menuntut buat mempelajari itu (bukan cuma  hafal yang kalau kelar ujian langsung lupa, hehe, sedikit pengakuan dosa) Waktu berlalu, gaya belajarku udah berangsur berubah. Setelah coba-coba… gaya belajar yang menurutku efektif adalah belajar dengan cara membaca, menuangkannya dalam bentuk tulisan atau mungkin flowchart untuk mempermudah alur berpikir. Dengan belajar seolah-olah akan menerangkan pada orang lain, ternyata lebih efektif. Dan Alhamdulillah sampe detik ini masih kuat menjalankan metode ini.. (semoga ini bukan semangat sesaaat yaah,hihihi)

siapkan kertas dan pinsil untuk menampung ide baru atau notes selama belajar..

siapkan kertas dan pinsil untuk menampung ide baru atau notes selama belajar..

Sebenarnya kita gak dituntut buat belajar yang seperti ini ajah,, banyak pelajaran yang gak ada bukunya (gak ada referensinya), misalnya belajar dari pengalaman. Dan apapun hasil dari kita belajar, yuk di share,, Semangaat,,, terus belajaarr.. :)
Kalau katanya Pak J. R. Hayes di bukunya ” The Complete Problem Solver”, supaya efektif dalam belajar disarankan supaya:

  • Melakukan kebiasaan rutin. kalau yang ini memang aku masih sangat dan berusaha buat rutin belajar di waktu-waktu luang. Misalnya: belajar waktu lagi nunggu adzan subuh (dan ini kadang terinterupsi ngantukzz), atau mungkin waktu lagi di mobil pas  berangkat kerja (kalau yang ini interupsinya  ngobrol, atau malah nyanyiin lagu di radio dalam hati, atau malah tidur lagi cz ngantuukz, hehe). Ya memang banyak interupsi.. yang penting… usaha dulu.. :)
  • Belajar di lingkungan yang tenang. Tenang bukan berarti lingkungan tanpa suara. Cz tiap individu punya gaya sendiri dalam menciptakan ketenangannya buat belajar. Ada yang musti bener-bener gak ada suara, ada yang musti dengerin lagu, ada yang musti sambil nonton tv, ada yang mesti sambil nyamil (ini, aku lho, hehe), dan ada juga yang musti pas bangun tidur (ini memang waktu emas buat menangkap sesuatu yang baru karena otak masih segar dan gampang menyerap informasi)
  • Selingi dengan  istirahat. Ibaratnya orang lari, kalau lari terus tanpa minum n mengurangi kecepatan larinya selama interval tertentu bisa bikin capek. MEmang iyaa,, setiap orang punya kapasitas beda. kalau memang dirasa otak udah ‘terlalu panas’,  monggo diademkan dulu.. masukkan ke kulkas, hehe.. bercanda. Bisa aja di pakai nulis-nulis dulu (kaya sekarang ini, lagi rehat dipakai ngeblog, cz dalam kamusku ngeblog=hiburan), atau minum teh anget… makan roti.. nyumm.. nyum…
  • Hindari mengelamun. ini diaaa,, gangguan terbesar. apalagi kalau sistem belajarnya baca teks yang setebel talenan daging, gak ada gambarnya.. wuuss… godaan melamun teramat tinggi. Jadi itu kenapa waktu belajar kita ciptakan kondisi yang kondusif supaya waktunya gak terbuang percuma..

Udah lumayan panjang aku tulis artikelnya.. yuk belajar dulu :)

Comments (8) »

Mind Mapping

Mind mapping? apa yaah.. istilah ini pertama kali aku dengar dari atasanku di kantor. Sewaktu lagi review.. awalnya aku n temanku pakai metode business model. Dan ternyata menurut atasanku, it wont work.. perlu metode lain. Then, he told me to use “mind mapping method”. Dan berlarilah aku ke google dan beberapa buku buat cari referensi yang cocok.. hasilnya? kita kutip disini yuukz..

Jadi pada dasarnya metode ini menggunakan otak kita sebagai sarana untuk memetakan masalah. Oke, kadang kita mengetahui masalah secara tersebar dan tidak terstruktur. Sehingga untuk mencari solusinya yang secara sistematis kita kesulitan. Seperti kita ketahui otak manusia merupakan otak yang paling sempurna dibandingkan dengan otak binatang lainnya termasuk otak binatang mamalia, otak manusia memiliki kemampuan untuk belajar oleh karena itu otak manusia dapat dikatakan sebagai otak belajar. Otak kita terbagi menjadi 2, kiri untuk logika dan kanan untuk kreativitas atau seni.

Untuk mengenali dan memahami masalah ada 2 cara, yaitu catat, tulis, susun (CTS) dengan cara menghubungkan apa yang kita dengar dan menuangkannya ke bahasa yang kita pahami dalam bentuk tulisan. Dan teknik kedua adalah pemetaan pikiran (mind mapping), yaitu pemetaan masalah dengan menggunakan otak kanan dan otak kiri. Metode ini ditemukan oleh Tony Buzan di tahun 1960. Maksudnya? kita intip lebih lanjut dibawah yaah…

Jadi gini, kalau kita memahami masalah dengan menggunakan metode CTS (kita hanya fokus) mencatat, memahami, dan menuangkan kembali masalah itu dengan menggunakan tulisan (logika=otak kiri). Tapi kalau menggunakan mind mapping kita menuangkan masalah tersebut dalam beberapa simbol atau gambar untuk mempermudah penjelasan. Kalau balik ke hasil kerjaanku tadi, aku menganalisa masalah dan lalu menyajikannya dalam bentuk tabel, tulisan, dan angka. Dan jika atasanku menyarankan untuk menggunakan metode mind mapping, berarti aku musti membuat semacam gambar simulasi untuk mempermudah penjelasan.

Aku coba dulu yaah.. doakan berhasil :)





Comments (3) »

Ketika kita mendapatkan sesuatu

Nemu quote bagus lagi, dari sini (makasih yah atas izinnya):

Ketika kita mendapatkan sesuatu, kita harus mengorbankan sesuatu.Ketika kita mengorbankan satu hal, kita akan mendapatkan satu hal yang lain. Pilihan ada di tangan kita, untuk menyesal, atau bersyukur..

Comments (3) »

Hati-hati yang sering pakai rapidshare,,,

Rapidshare disebutkan telah membuka data penggunanya yang mengunggah (upload) file-file melanggar hak cipta. Pengguna Rapidshare pun mulai diburu oleh polisi.
Dampak perburuan itu dialami seorang pengguna Rapidshare yang kedatangan ‘tamu tak diundang’ alias razia di rumahnya. Kepolisian merazia rumah pengguna Rapidshare itu karena ketahuan mengunggah album terbaru Metallica.
Seperti dikutip detikINET dari TorrentFreak, Senin (27/4/2009), razia tersebut merupakan buntut dari diserahkannya data pengguna oleh Rapidshare pada pemilik hak cipta seperti perusahaan rekaman. Diduga pihak perusahaan rekaman memanfaatkan paragraf 101 dalam hukum hak cipta yang berlaku di Jerman.
Sebelumnya, paragraf tersebut digunakan untuk meminta Internet Service Provider (ISP) untuk mengungkap alamat IP pengguna layanan berbagi file. Kini, paragraf yang sama bisa digunakan untuk meminta perusahaan seperti Rapidshare untuk mengungkap identitas penggunanya.
Rapidshare selama ini menyediakan layanan hosting file yang bisa diakses pengguna internet. Pengunggah file di Rapidshare biasanya tak akan ketahuan identitasnya karena tak mempublikasikan alamat IP dan juga tidak berbagi file secara langsung.

Comments (3) »

Antre demi Berlian di Jakarta, Antre demi BLT di Purbalingga

Habis baca artikel di bawah ini jadi terenyuh.. Heemm..

http://www.jawapos.co.id/

[ Kamis, 23 April 2009 ]
Antre demi Berlian di Jakarta, Antre demi BLT di Purbalingga

JAKARTA - Kemarin ada antrean panjang di dua tempat berbeda: sama-sama antre sejak pagi dan sama-sama melibatkan ratusan orang. Yang berbeda adalah status orang yang antre. Di tempat pertama, tepatnya di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, ratusan orang antre demi mendapatkan BLT (bantuan langsung tunai) Rp 200 ribu.

Di tempat lain, tepatnya di toko perhiasan Felice di atrium Senayan City, Jakarta, ratusan orang yang didominasi kaum hawa, rela berdesak-desakan sejak pagi. Mereka antre demi mendapatkan diskon spesial di toko perhiasan tersebut.

Kemarin Felice memang menjual perhiasan, termasuk berlian, dengan harga diskon hingga 90 persen. Jika dinominalkan, potongan harga yang bisa dinikmati pembeli antara Rp 200 ribu hingga jutaan rupiah.

Inilah yang mengundang antusiasme pembeli, terutama kaum hawa. Bahkan, mereka rela antre sejak pukul 07.00 meski mal tersebut baru dibuka pukul 10.00. “Lumayan, aku beli cincin dapat diskon Rp 200 ribu,” kata salah seorang pengantre, ibu muda yang datang dari Bekasi sejak pukul 06.00.

Begitu counter dibuka, tak lebih dari satu jam, sejumlah item berlian yang dibentuk beragam seperti cincin, gelang dan liontin, ludes terjual.

Di tempat yang sama, antrean lebih banyak terjadi mulai lantai 6 hingga 8. Ribuan orang terlihat mengantre demi mendapatkan sandal impor dari Amerika merek Crocs yang kemarin memberikan diskon spesial hingga 70 persen.

“Antusiasme pengunjung dalam sehari mencapai lima ribu orang lebih. Untuk mencegah berjubelnya pembeli, petugas mal membentuk antrean,” jelas Public Relation and Tenant Communication Senayan City Sri Ayu Ningsih.

Berbeda antrean di Senayan City, berbeda pula antrean di Kabupaten Purbalingga, tepatnya di Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari. Di tempat itu ratusan orang kemarin rela antre untuk mendapatkan BLT Rp 200 ribu. Kemarin merupakan hari keempat pembagian BLT. Tapi, antrean BLT itu diwarnai kekecewaan ratusan warga. Penyebabnya, mereka sudah antre sejak pagi. Tapi, begitu mendapat giliran, mereka tak bisa menerima uang.

Setelah ditelisik, mereka terhambat persyaratan yang tak lengkap. Syarat yang tak lengkap itu adalah surat keterangan dari perangkat desa dan KK (kartu keluarga). “Syarat yang tak lengkap itu karena komunikasi yang terputus,” kata Toto Rusmanto, anggota monitoring dan evaluasi BLT di Purbalingga. (yer/amr/jpnn/kum)

———————————————————————————————-

Seandainya.. Diskon  itu bisa dibagi dengan yang di Purwakarta…

Comments (2) »

Bakwan Jagung Ibu Zizima

Udah lumayan lama  yah gak nulis tentang resep-resep masakan. Nah, sekarang lagi pingin bagi resep tentang Bakwan Jagung. Yap, sesuai namanya.. bakwan jagung zizima.wordpress.comBahan dasarnya dari jagung. Rasanya? gurih dunkz… Sebenarnya ada banyak macam varian resep Bakwan jagung. Ada yang cenderung manis, gurih, atau padat bumbu. Resep yang kubagi ini termasuk golongan resep dengan bumbu ringan, tapi gurih.  Seperti biasa.. ini resepnya dari Ibu. Ibu sering masak ini trus dimakan pakai Sayur Bayam. Nyummy…

Bahan dasar:

  • Jagung manis 250gr (atau 6 batang)
  • Tepung terigu 2sdm
  • Telur 1 butir
  • Daun bawang 4 helai, iris halus
  • Cabai rawit 1 buah
  • Bawang merah 2 siung
  • Bawang putih 3 siung
  • Garam secukupnya
  • Minyak goreng untuk menggoreng

Caranya:

  • Haluskan cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih.
  • Haluskan juga jagung (jangan terlalu halus, terutama jika menggunakan jagung manis).
  • Campur bumbu halus, jagung yang sudah dihaluskan dengan, tepung terigu. Baru kemudian masukkan telur. (masukkan tepung dulu baru telur. Agar tepung dan telur tidak menggumpal).
  • Masukkan  irisan daun bawang dan garam.
  • Panaskan minyak goreng.
  • Goreng.
  • Sajikan hangat.

Bakwan Jagung ini rasanya gurih dengan bumbu ringan, jadi cocok kalau mau dimakan tanpa nasi. Lumayan kalau sore-sore pas hujan, bisa jadi teman nonton tivi. Bisa dimakan dengan saus sambal atau kecap. Tergantung seleranya.. Mau coba?

Comments (3) »

Suatu malam penuh hikmah

Sedang duduk di teras belakang sebuah rumah. Malam hari. Sehabis Isya. Tampak seorang Wanita berumur 45 tahun dengan mata teduh dan tawa renyah. Duduk menghadap kolam ikan. Di dinding sebelah kiri, duduk gadis berumur 2oan, yang wajahnya masih tersisa sedikit lelah karena pulang bekerja. Si Gadis memanggil Sang Wanita, Mbak Ustadzah. Karena demikianlah adanya. Sang Wanita itu memang seorang Ustadzah. Dan semasa kecil gadis itu belajar mengaji padanya hingga berusia 15 tahun. Sampai kemudian Sang Ustadzah harus menikah.

Keduanya membicarakan cerita dan kejadian sehari-hari. Dengan tema yang sangat ringan, mengalir, tapi membawa banyak hikmah yang luar biasa untuk Si Gadis.

Sang Ustadzah menceritakan jalan hidupnya. Bahwa dia dan suami mempunyai misi yang sama, “Ingin membawa pengetahuan agama (Islam) ke daerah yang tergolong menengah bawah”. Sang Ustadzah seorang PNS, guru, begitu suaminya. Mereka berdua tinggal di suatu daerah yang termasuk daerah “bawah”-dimana menurut Si Gadis, Sang Ustadzah bisa tinggal di daerah yang jauh lebih layak dari itu. Sampai saat ini Sang Ustadzah sudah dikaruniai 3 orang anak. Sang suami mempunyai 11 orang anak yatim. Sang Ustadzah mempunyai tanggungjawab untuk mengelola sebuah pondok pesantren untuk meneruskan kegiatan Sang Ayah (mayoritas siswa-siswinya adalah menengah bawah) dengan total murid 100 orang. Jadi, jika di total Sang Ustadzah dan Suami harus mengelola penghasilannya untuk 114 anaknya (anak, karena mereka menyebut murid adalah Anak yang dititipkan Allah SWT kepada mereka).

Si Gadis bertanya,  “Mbak, gimana caranya menghidupi serta membagi perhatian untuk keluarga dan juga 114 anak?“.

Sebelum menjawab, Sang Ustadzah tersenyum, menatap teduh, sebelum kemudian bertanya, “Kamu pernah merasa apa yang kamu khawatirkan sesungguhnya tidak terjadi ketika kamu sudah membulatkan tekad?”.

“Emmm,, tidak selalu… kadang…”. Si Gadis menjawab sambil terus bergumam dan berusaha mengingat-ingat.

“Sepertinya memang tidak mungkin, aku dan suamiku sanggup menanggung biaya hidup untuk 114 anak-anakku. Sampai detik kami bertekad untuk melakukan itu, sesungguhnya memang tidak tahu harus bagaimana. Kami hanya punya satu  hal saja, Niat. Dan Alhamdulillah rezeki datang persis dan tepat saat kami memerlukannya. Banyak orang baik. Dan orang baik akan melakukan hal yang baik. Memang keputusan ini membawa kami dengan konsekuensi yang tidak mudah”.

Sang Ustadzah, memandang Si Gadis sebentar, “Kamu pernah memasak air?”

“Pernah…”

“Kapan air kamu angkat dari kompor?”

“Ketika sudah mendidih, Mbak..” Si Gadis menjawab, penuh dengan tanda tanya dalam otaknya.

Seperti itulah hidup… Kamu akan menjadi berguna setelah kamu matang. Untuk matang kamu perlu dimasak dulu hingga benar-benar siap untuk diangkat. Dan proses memasak itu sakit, sebelum kamu bener-bener kesakitan, kamu belum akan di angkat Oleh-Nya. Sama seperti air, dia belum diangkat dari kompor kalau dia belum benar-benar mendidih. dan itu panas”.

Comments (6) »

Life is…

I’ve been received a message from my friend. He wrote a quote from Mother Teresa. Whoever Mother Teresa is.. Please dont judge by her title.. Im just try to make u motivate ur self.. as i do..

The quote is:

“Life is an opportunity, benefit from it. Life is beauty, admire it. Life is a dream, realize it. Life is a challenge, meet it. Life is a duty, complete it. Life is a game, play it. Life is a promise, fulfill it. Life is sorrow, overcome it. Life is a song, sing it. Life is a struggle, accept it. Life is a tragedy, confront it. Life is an adventure, dare it. Life is luck, make it. Life is too precious, do not destroy it. Life is life, fight for it.”

In my opinion, however and whatever  the way we through out our life,,, it will be gratefull, if we combine of Work hard,Learn more, and a lot of prayers. How ’bout u? :)

Comments (6) »

So little time so much to do…-1

Sebenarnya ada banyak hal yang pingin ditulis disini.. Pingiiin banget share tentang apa ajah yang menurutku penting  buat di tulis (dan siapa tau itu bermanfaat). Minggu ini lumayan berlalu dengan padat dan mantap (mantap cz terkesan fluktuatif ritmenya yang melompat-lompat dari titik ekstrem satu ke titik ekstrem yang lain). Tapi semua daftar yang ingin aku share disini udah aku simpan di parking lot yang Insya Allah nanti akan segera di share… Dalam satu waktu,  bertemu banyak orang penting, melakukan hal yang dalam duniaku disebut dengan “kegiatan kacamata kuda” atau melakukan sesuatu tanpa menengok kanan dan kiri supaya tetep fokus (meskipun kadang kalau kepikiran sesuatu langsung lari ke notepad-yang judulnya “parking lot” buat nampung macam-macam selentingan ide), melihat sesuatu yang membuat hati terketuk keras, mendengar cerita yang membuat merenung (intropeksi), menimbulkan banyak hal baru yang mungkin udah terjadi tapi belum di sadari. Dan saat menyadari itu merasa seperti ada tugas skripsi yang menanti dan harus diselesaikan dalam seminggu (better late than nothing).

Minggu  ini  dihabiskan buat ngutak-ngatik satu “masalah” tapi merambat kemana-mana. Hari ini kebagian review salah satu OPU (Operating Performance Unit). Tugasnya sih simple banget judulnya “review kesesuaian perhitungan formulasi BBM”. Pertamanya gak merasa bakal  seribet ini  kerjaannya. Tapi kok semakin lama semakin terlarut then berasa aku berada di antara cell-cell excell. Seolah-olah semakin lama semakin terhimpit ma kotak-kotak tabel yang ada di excell (wuihhhihhi.. lebay mode:ON).

Hari ini tenggelam dalam excell.. dan menurutku pekerjaan ini memang mengandung unsur-unsur clerical (agak gak terbiasa dengan pekerjaan jenis ini). Excell memang supercanggih.. tapi ternyata tetep memerlukan unsur bantuan tenaga manual untuk menjaga konsistensi data.. Dan adanya campur tangan manual inilah yang aku sebut mengandung unsur clerical.  Intinya artikel ini bukan keluh kesah… tapi ternyata ada sesuatu yang sifatnya “implisit” dari sifat kerjaanku hari ini… Apa tuhh?

Saat pertama kali kita melakukan, mengalami, menemui, menjalani, menghadapi (dan apalah sejenisnya) untuk yang pertama kali, rasanya memang lebih istimewa (atau lebih berkesan) dibandingkan untuk yang selanjutnya. Dan jika hal itu berlangsung kembali dan terus menerus kita akan menjadi terbiasa. Dan biasanya juga konsentrasi akan sedikit menurun pada interval waktu tertentu.

Heemm.. melirik jam.. udah 10 menit berlalu buat nulis ini. Lanjut dulu yaa… Lumayan udah bisa nulis, udah bisa jadi semacam oase buat membuang “sesuatu” yang agak  berat (hehehe).. Sukses buat semuanya…

Note: saat kamu lagi merasa sibuk.. syukurilah.. itu jauh dan jauh lebih baik dibanding saat tidak tahu harus berbuat dan melakukan apa :)

Leave a comment »

Facebook Di blokir

Semenjak beberapa bulan lalu, facebook (FB) udah jadi semacam akun wajib di kantorku. Bisa jadi hampir semua punya FB. Jadi udah pada terlena n suka ma yang namanya FB. Tapi sekarang ada kebijakan baru kalo akses FB diblock. Perintah langsung dari Pak CEO.   Secara aku pribadi, apa FB mengganggu performance kerja? heem.. aku berani bilang, gak mengganggu kok. Meskipun sometimes aku tetep  mainan pet society (ini the one and only  game yang aku mainkan lewat FB. Lainnya ndak… ) atau memanfaatkan fasilitas dari FB lainnya… Its fun… Semuanya tetep pada niatan masing-masing. Kerja ya kerja. FB ya FB. Kalau lagi stuck bisa refresh bentar pake FB.. hehehe,,,  :)

Menurutku kebijakan perusahaan itu perlu dihargai. Berarti perusahaan udah menciptakan kondisi kondusif buat pegawainya buat konsen ke kerjaan masing-masing. Meskipun FB diblokir lewat jaringan internet di kantor, tapi ternyata masih ada celah. Beberapa pihak yang “addicted to FB” mulai merelakan pulsanya buat FB-an lewat HP. Setidaknya dengan begitu jadi kelihatan mana yang memang konsen kerja dan mana yang memang hanya ada “FB” di dalam kamusnya .Pizzz… bukan bermaksud mendakwa kok :) . Yuk tetep semangat kerja meski tanpa FB.

Tapi ni ternyata da penelitian yang kontras dengan pelarangan FB untuk diakses di kantor:

Jangan Blokir Facebook!

Memblokir facebook atau youtube di kantor ternyata bukanlah sebuah langkah yang bijak. Pasalnya, mengakses facebook dan youtube di kantor mampu meningkatkan produktivitas kerja. Tidak percaya?

Hal itu sudah dipelajari dalam sebuah studi di Universitas Melbourne. Dari studi tersebut, pekerja yang menggunakan internet untuk kepentingan personal mampu meningkatkan kinerja lebih tinggi sembilan persen. Hal tersebut dibandingkan dengan pekerja kantor yang sama sekali tidak pernah berinternet.

“Para pekerja di kantor membutuhkan sedikit waktu luang untuk bisa beristirahat sebelum benar-benar kembali berkonsentrasi dalam pekerjaan. Istirahat yang dimaksud bukan berarti berleha-leha, tapi mengalihkan otak untuk tidak melulu berpikir tentang target dan pekerjaan. Sedikit waktu luang berarti mengistirahatkan otak, dan pasti akan meningkatkan produktivitas,” ujar tim peneliti Brent Coker seperti dikutip Reuters.

(Jawa Pos, 7 April 2009)

Read the rest of this entry »

Comments (6) »

My watch, watch me out…

ini jam tanganku (*promosi*)

ini jam tanganku (*promosi*). Dibelikan Ayah di Mekkah. "Ayah, makasih ya jam tangannya....:) "

Hari ini gak bawa jam tangan. Bagi sebagian orang mungkin berasa gak aneh ya gak bawa jam tangan. Tapi buatku gak bawa jam tangan rasanya hampir sama kaya gak bawa handphone. Bolak-balik lihat tangan kiri, tapi kecele.. jamnya gak ada.. hikszzz..

Kenapa berasa aneh waktu gak bawa jam tangan? Soalnya udah kebiasan. Udah dari SD pakai jam tangan setiap keluar rumah. Kayanya aneh kalo gak bawa. Kalau ada jam tangan jadi bisa ingat waktu kalo lagi maen keluar rumah.. jadi bisa inget waktu kalo janjian ma teman. Dan yang paling pueenting fungsi jam tangan itu kalau lagi ujian. Bisa prediksi waktu mengerjakan n sisa waktu yang ada. Gak perlu tanya teman atau tengok2 ke dinding. Kebanyakan tengok ntar malah dikira mau nyontek (itu gawaaat). Saat kerja sekarang fungsi jam tangan itu buat reminder pas lagi istirahat makan siang (biar gak kelamaan), banyak banget siih.. biar gak lupa waktu. Eh, kalo diitung dalam sehari aku lihat jam berapa kali yah? kayanya perlu disurvey deh.. hehehe (ya ampun penting gak sih ini?)

Kenapa pake jam tangan di tangan kiri? Ni kebiasaan memakai jam tangan waktu pertama kali masih dipakai sampai sekarang. Soalnya biar jam tangannya gak nabrak meja. Nah lho???? itu… dulu waktu pertama kali pakai jam tangan kan masih SD. Masih anak sekkolahan yang musti nulis di meja saat dijelasin ma guru. Nah, gaya menulisku itu tangannya hampir separuh (mulai siku sampe telapak tangan) nempel meja, kalau aku pakai jam tangan di tangan kanan rasanya ngeganjel. Jadinya aku pakainya di tangan kiri deh.. ^^. Itu terbawa sampe sekarang…

Suka jam tangan yang kaya gimana?Suka yang simpel. Gak berat. Jangan yang terlalu mahal. Soalnya kadang aku sedikit ceroboh. Kalau mahal-mahal berabe kalo ilang (hehhee, zizima, kamu ngaku aja kalo gak mampu buat beli yang mahal… hehehe..). Tapi gak tahu kenapa, tiap kali aku beli jam tangan baru, selalu modelnya berlawanan ma model sebelumnya. Jadi gini. Misalnya sekarang jamku kebeneran kotak. Nah, nanti kalo udah waktunya ganti byasanya aku akan beli yang bunder. Kalo sekarang aku beli rantai nantinya mau beli yang kulit… biar ganti suasana…


Comments (4) »