Ceritanya, beberapa bulan terakhir ada undangan free seminar yang diadain ma Modernisator (organisasi non profit yang tujuannya buat mencetak n menampung new bee di bidang bisnis-ikutan cz di ajakin ma teman kantorku). Tema acaranya: “Innovation as the driving forces for economic transformation”. Seneeeng banget. Yang jadi pembicara itu CEO & Chairman GE, Jeffrey Immelt. Amazing! Dia bukan sosok yang menyeramkan seperti yang aku kira sebelumnya. Friendly, rendah hati, n jelas cerdasnya minta ampun.
Sepulang dari seminar itu langsung membara semangat juangku (hohoho, lebay). Aku langsung buka webnya modernisator n ternyata modernisator lagi bikin acara “Paper competition” yang temanya tentang “Transformasi Indonesia abad 21”. Setelah coba-coba search apa sih yang kurang di Indonesia, ternyata kekurangan Indonesia ni dalam hal infrastuktur, kemudahan investasi, n juga masalah pendidikannya. Dari ketiga hal, yang paaling aku tertarik ya tentang pendidikan Indonesia.
Mulailah aku bergerilya n semangat 45 buat ikutan paper competition ini. Sempat semangat ngerjain ini di jalan, di bandara sambil nunggu boarding, sampe di sela-sela perjalanan dinas luar kota, sampai sempat-sempatnya aku gak istirahat buat ngerjain ini. Tapi usaha itu sempat break seminggu pas aku lagi di makassar. Kegiatan yang super padat bikin aku terpaksa memendam semua ide yang ada. And the time was gone.
Aku balik ke Jakarta. Sampe ke Jakarta, misi pertamaku adalah kelarin paperku dalam 3 hari aja. Dan ternyata, pas aku bilang ke temanku kalo aku mau ikutan paper competition ini, dia dengan lempengnya bilang kalo waktunya dah abis. Oh no! Ni dia akibatnya kalo gak alokasi waktu dengan baik. Hiks..



