Archive for November, 2009

Maag?

Kejadiannya pas hari Jumat.

Hari itu aku makan pagi kaya byasanya: Buras, risoles, ma donat. Siangnya, sebelum makan siang aku minum susu kemasan plus lemper. Pas makan siang aku makan lalapan lele.

Pas jam 3, tiba-tiba perutku mules banget. Aku kira sakit perut cz buang air. Tapi kok terus-terusan n “cair”. Total sampe jam 5 udah 8 kali ke belakang. Mulai jam 4 perutku mual. Heemm.. ini sore jadi sore yang berkesan banget. Gak pernah kaya gini sebelumnya aku. Udah lemeess banget bawaannya. Pulang ke rumah ikutan ama Tante. Untung2.. meski sepanjang jalan nahan sakit perut tapi masih okelah cz terhindar dari rasa kurang nyaman pas di kendaraan umum.

Sampe rumah jam setengah9. Perutku masih perih meski rasa mual n mules udah gak ada ( ya iyalah, isi perutku dah keluar semua). Akhirnya aku minum teh panas. Enak banget. Habis itu tertidur sampe pagi.

Hari sabtu n minggu perutku mulai normal. Gak terlalu perih meski masih lemes.

Hari senin masuk seperti byasa. Sarapan bubur. Makan siang ama gurami goreng. Trus aku minum cimori (yoghurt kemasan). Jam 3 sore perutku mules lebih parah dari rasa perih yang hari jumat. Kuputuskan pulang tenggo n naek kereta biar gak lama. Sampe stasiun ternyata keretanya molor. Oops, aku mules2 gak tertahankan n untung ada toilet kosong untuk mengeluarkan isi perut. Pas di kereta perut melilit n bikin aku kaya kehabisan energi.

Keluar dari kereta tersalurkanlah rasa mualku dengan keluarnya semua isi perut. Dari stasiun ke rumah naek ojek. Sampe rumah langsung tidur.

Besoknya ke dokter. N ternyata aku kena maag..



Comments (5) »

Tetep Tenang Saat Gajian

Siapa yang gak suka sama yang namanya “gajian”? Aku termasuk yang sukaaa banget sama gajian. Gajian berarti punya dana lebih dan segar yang bisa digunakan buat apa aja yang kita mau. Paradigma itu paradigma lawas yang aku punya. Sekarang berusaha tetep “lempeng” n “tawar” meski habis gajian.

Ada beberapa hal yang berusaha aku pegang sampe sekarang supaya gak jingkrak2 kalo pas habis dapat dana segar. Alhamdulillah dari hasil-hasil trial n error plus baca-baca buku ketemu juga cara yang match ama diriku. Ohya, setiap orang pasti punya cara yang beda buat mengatur keuangannya. Siapa tau caraku ini juga berguna buat kamu :)

1. Bedakan antara pengeluaran yang sifatnya rutin atau wajib, entertainment, saving, invest, n capex.

  • Rutin. Ini pengeluaran wajib yang sama sekali gak bisa dihindarkan. Kaya makan, transport, kos-kosan, pulsa, alokasi untuk sedekah n zakat, alokasi untuk beli vitamin atau dana olahraga. Dari masing-masing poin tadi, alokasikan dengan tarif yang wajar (gak terlalu irit tapi juga gak boros). Ingat selalu bahwa semua pengeluaran harus sesuai dengan jumlah pendapatan kita.
  • Entertainment. Ni kaya alokasi dana buat maen, pulsa internet buat modem, biaya nonton, biaya ngedate (oops, hehe). Ingat ya, jangan sampai biaya entertain besarnya lebih dari 50% biaya rutin kamu.
  • Saving. Alokasikan minimal 10% buat ditabung. Tujuannya supaya kita punya cadangan dana yang cukup kalo ada keperluan mendadak. Misalnya tiba-tiba harus pulang kampung, alokasi dana untuk kurban, atau gimana. Buat ini, cobalah ikut-ikutan deposito yang nantinya akan dipotong otomatis dari rekening kita. Mulailah dari yang nominalnya kecil, misalnya Rp. 500.ooo/bulan. Jangan terlalu besar juga supaya alokasi deposito gak mempengaruhi likuiditas kita.
  • Invest. Dana invest termasuk dana untuk beli buku atau les. Kenapa ini termasuk invest? karena kalo kita tambah pinter pastinya rezeki juga akan datang dengan sendirinya. Ini adalah hasil investasi yang kita nikmati di kemudian hari. Prinsip investasi: menyisihkan atau mengeluarkan dana untuk tujuan mendapat income di masa mendatang. Bisa juga lho, mulai nanam modal di temen-temen kita yang udah mulai buka usaha, misalnya cafe mahasiswa, dll.
  • Capex. Pengeluaran ini terakhir kalo semua 4 pos di atas  sudah terpenuhi. Capex ini pengeluaran buat beli barang yang punya masa manfaat lebih dari satu tahun. Capex=capital expenditure. Misalnya, baju, tas, sepatu, hp, laptop, dll. Ohya, untuk pembelian gadget belilah yang brandnya common n well known, supaya garansinya terjamin n yang penting awet. Beli sesuai kebutuhan bukan trend atau prestise ^^

2. Buat simulasi pengeluaran selama sebulan. Kalau bisa sedetail mungkin. Simulasi ini bisa di dasarkan pada pengalaman kita.

  • Dengan buat simulasi kita jadi bisa tahu, di pos mana aja kita boros banget. Kalo dah gitu, bisa ngerem sendiri kan? kita bisa tahu budget yang wajar untuk setiap pos sesuai penghasilan.

3. Smart shopping

  • Buat list  prioritas barang yang harus dibeli. Bawa list ini saat belanja.
  • Usahakan belanja di tanggal terakhir periode, bukan di awal. Kenapa? Karena uang yang kita pakai sebenarnya adalah uang sisa, bukan yang yang masih akan di alokasikan untuk lain-lainnya. Kecenderungan belanja di awal periode saat habis gajian cenderung membuat kita lebih konsumtif karena merasa banyak uang.
  • Atur frekuensi bepergian ke mall, modern mart, bazaar, atau sale. Umumnya, semakin banyak ke mall semakin banyak unpredictable n unnecessary spendingnya. Saat ke mall, usahakan udah tau apa yang mau kita beli supaya gak merembet kemana-mana belanjaannya.
  • Batasi kartu kredit. Kartu kredit hanya kartu mempermudah pembelian, bukan sebagai penambah dana ya.
  • Untuk pembelian sembako dan peralatan mandi, lakukan sekaligus. Pembelian sekaligus memang lebih besar jumlahnya, tetapi ini menghindari kita ke toko lagi. Pergi ke toko berpotensi menimbulkan unpredictable n unnecessary spending :D
  • Alokasikan satu barang yang pingiiiiiiiiiin banget kita beli sebagai rasa hiburan karena kita udah patuh ama budget. Ni sebagai bentuk reward kita ama diri sendiri. Dana extra yang kita punya setelah semua kewajiban rutin n saving plus invest terpenuhi bolehlah ke salon, nonton lebih banyak dari byasanya, beli buku-buku entertainment, atau jalan-jalan ke tempat yang gak byasanya :)

4. Punya 2 rekening.

  • Rekening 1: untuk menerima gaji. Saat menerima gaji, sisakan sebesar pengeluaran rutin + 50% budget pengeluaran entertainment. Sisanya pindah ke rekening 2.
  • Rekening 2: untuk saving, tempat menyimpan dana cadangan capex n invest.

5. Segera coba. Jangan rencanakan. But start it soon :). Pengelolaan yang terperinci bukan untuk mempersulit, tapi menerjemahkan pendapatan kita ke banyak kebutuhan dan “keinginan” yang kita miliki.

Comments (5) »

Planning without commitment is nothing

Planning

This picture taken from: http://www.learnthenet.com

Yang paling penting dari suatu rencana itu komitmen. Planning without commitment is nothing.

Houuw, bukan tanpa sebab tiba-tiba aku nulis gitu yah. Ceritanya, kadang ni aku punya planning yang baguuss banget. Saking bagusnya aku sampe berasa amazing bisa punya pemikiran buat planning yang kaya gitu (hehehe, muji diri sendiri). Sampe akhirnya waktu berlalu dan berselang, aku merasa ada yang hilang. Woouw, ternyata aku belum terlalu merasakan manfaatnya planning yang aku buat itu.

Atau mungkin kasus yang beda dari suatu perusahaan. Saking gedenya ni perusahaan ni punya Function yang namanya Planning Division. Tugas utama ya jelas sesuai namanya itu, buat perencanaan. Timnya ada sekitar 10 orang. Yang masing-masing punya job desk sendiri, ada yang tugasnya buat financial planning, business plan, activity plan, strategic plan, people development plan, n plan-plan yang lainnya. Sama kaya aku, ternyata perusahaan ini juga belum merasakan implikasi yang signifikan dari adanya perencanaan.

Kalau yang dari tingkat pribadi seperti cerita pribadiku, alasan kenapa planning yang udah di define gak terlaksana dengan baik karena keterbatasan waktu. Okay, katakanlah ini benar. Waktu yang ada memang bener-bener terbatas. Hingga akhirnya sang pemilik waktu memprioritaskan hal-hal yang lainnya. Kaya aku! Hehehe, pengakuan nih ceritanya. Punya banyak rencana tapi kadang terlaksana cuma 2. Semoga habis ni bergerak ke arah yang lebih baik yah. Ohya, gunakan semua fasilitas reminder buat ngingetin kita ma self planning yang udah di buat. Manfaatkan HP sampe ke outlook. Itu semua supaya kita ingat n punya komitmen yang tinggi buat nerapin planning yang udah dibuat.

Kalau yang tingkat perusahaan gede, suatu perencanaan membutuhkan komitmen yang kuat dari semua stakeholders-nya, mulai dari shareholders, CEO, Top Leaders, Manager, sampai ke Karyawan. Kenapa musti punya komitmen? Karena ketika suatu function telah menyelesaikan tugasnya membuat perencaan, sejatinya itu hanya selesai 20% aja (sesuai Teori Pareto Chart: menyelesaikan perencanaan hanya menyelesaikan 20% pekerjaan saja, sisanya terselesaikan setelah planning itu terimplementasi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan).

Jadi, komitmen dan konsistensi jadi kunci efektivitas planning yang udah kita buat. Artikel ini sekaligus jadi reminder buat diriku sendiri :)


Comments (3) »

Flashback at Makassar

Dasarnya aku emang tergolong orang yang jarang dolan, meski udah setahun setengah di Jakarta ni aku belum ke dufan (terakhir waku aku SMP, hehe) atau ancol, baru ke anyer n mall aja (ni yang paling murah meriah). Jadi kayanya lempeng-lempeng aja waktu puasaan lalu di makassar dibuka tempat rekreasi baru yang namanya “Trans Studio”.

Sampai akhirnya bulan Oktober kemarin aku ada business trip ke makassar. Sekitar seminggu. HAri-hari pertama disana gak ada kegiatan apapun selain bangun tidur lalu sarapan lalu ke kantor n meeting sampe hampir tengah malam, pulang ke hotel  n rehat lagi. Udah 3 hari, rutinitas tetep seperti ini. Ohya, makasih banget buat tim makassar yang udah ajak makan-makanan enak (dan berlemak tepatnya). Meski ni yang kesekian ke makassar, tapi kayanya baru kali ini aku makan makanan yang amazing banget plus Mba LIsna yang udah nemni aku di hotel  (aku takut mba tidur dewean d tempat baru :D )

Pas hari rabu, meeting selesai jauh lebih cepat dari byasanya. Sebelum maghrib udah kelar. ALhamdulillah (meski ada PRnya, wiks, ya gakpapalah). Bapak-bapak excom (executive committee) usul kalo jalan ke Trans Studio aja. Heeem, jelas kepengeeeen. Tapi kalo inget pegelnya badanku ini jadi urung rasanya. Kayanya mau ke LOsari aja n makan pisang epek plus foto2 (yang tinggal ngelangkah doang dari hotel).

Pas enak-enak nonton tv ma Mba Lisna, di telponin ma Bapak-bapak itu, ayo ikut!! BUsyet daaah. Belum siap-siap (belum mandi tepatnya, hehe). AKhirnya ganti baju superkilat, turunlah aku ma Mba Lisna ke lobi sambil  lari-lari. Ohya, ni sempat di ketawain orang pas di lift hotel cz kita berdua heboh banget sampe liftnya goyang (hoho, maaf y Pak).

Then.. sampelh aku ke trans. Tiket masuknya Rp. 90.000 kartunya Rp. 10.000, totalnya bisa diitung kan? hehe. Nah, ini dia rezekinya pegawai junior: kita di bayari! HOras, tambah seneng aja ku ini ^^

Okay, kita total ada sektar 10 orang. Pertamanya sih kagok-kagok gitu. (Kagok mau ngapain ni di indoor studio kaya beginian, hehe). Masuk kira-kira 50M, aku langsung minat sama wahana putar-putar. PEmirsa, maaf yah fotonya gak di upload, ada teman-temanku yang lain, takutnya kurang berkenan karo d upload :) ).  Lalu aku naek wahana-wahana yang lain. Mulai dari rollercoaster, 4D, wisata safari, ngelihat bapak-bapak maen boom-boom car, ferris wheel, sama apa aja yang aku gak apal namanya (keasikan sampe ndak ingat nama wahananya). Menyenangkan ^^ (cerita lengkap di trans aku posting terpisah biar ndak kepanjangan yah)

Pulang dari trans, masih ada acara lagi (horeee), kita makan mie titi. HEm.. Subhanallah, amazing nite ^^

As my friends request, ni dia foto-fotonya.. selamat menikmati, hehe

Losari

Ni ama temen-temen FGDP. Udah lama gak ketemu, jadi langsung nostalgia. Di Pantai Losari. Liat mukaku yang kucel banget tapi tetep semangat buat foto, hehe

Mie Titi

Ni dia waktu maem Mie Titi. Akhirnya pas habis makan ini aku jadi sukaaa banget ama Mie Titi. Liat mukanya: muka kenyang :D

Trans

Wahana ni aku lupa namanya. Bagi yang suka mual dilarang naik ini yaa.. cz kita di putar plus di ombang ambing naik turun gitu.

Trans lagi

Berasa kembali ke TK

Trans 3

Ini jadi berasa ke play group deh.. liat tuh yang naik udah pada 'gede-gede' semua. sedikit pemaksaan. But it was fun :)

Trans 4

dipintu keluar niiih.. ^^

Trans 5

Mukaku udah gak jelas, takut duluan itu,. hohohoho

Trans 6

Kalau gak buat nonton 4D aku gak mau pake kacamata ini kayanya :D

Comments (3) »