Kenapa kita bekerja?

bekerja

Alasan sederhana mengapa kita harus bekerja karena kita harus menjalani kehidupan. Kehidupan di dalamnya termasuk makan, minum, belajar, dan bersosialisasi. Kesemuanya itu membutuhkan dana atau pemasukan. Karena itulah kita bekerja. Atau hanya itu saja? Dalam pemahaman Islam, bekerja juga merupakan sarana untuk beribadah. Karena banyak sekali ibadah yang tidak mungkin dilakukan tanpa biaya & harta, seperti zakat, infak, shadaqah, wakaf, haji dan umrah. Sedangkan biaya/ harta tidak mungkin diperoleh tanpa proses kerja. Maka bekerja untuk memperoleh harta dalam rangka ibadah kepada Allah menjadi wajib. Jadi seorang insan yang sudah waktunya di haruskan bekerja untuk minimal mengatasi kebutuhan hidupnya sendiri. Allah SWT memerintahkan bekerja kepada setiap hamba-hamba-Nya (QS. Attaubah/ 9 : 105) :

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. Seandainya kita tidak bekerja, darimana kita mendapatkan penghasilan untuk berzakat, bersedekah, berinfaq dan melakukan Rukun Islam yang kelima, yaitu menunaikan Ibadah Haji? Meskipun  kita juga mempunyai peluang juga untuk mendapatkan rezeki berupa menunaikan Ibadah haji. Meskipun demikian, sangat tidak diajarkan untuk bekerja terlampau keras dengan mengabaikan kesehatan, mengabaikan ibadah wajib, serta berkurangnya waktu tidur. Bekerjalah dengan giat dan penuh ikhlas, Insya Allah akan membawa berkah bagi kehidupan kita. Bukankah kita menjalani kehidupan tersebut dengan pemasukan yang kita peroleh dari bekerja? jika pekerjaan kita halal maka barokahlah kehidupan kita. Insya Allah…

meeting zizima.wordpress.comSaya pernah membaca sebuah hadits HR. Thabrani yang mengatakan bahwa

إِنَّ مِنَ الذُّنُوْبِ لَذُنُوْبًا، لاَ تُكَفِّرُهَا الصَّلاةُ وَلاَ الصِّياَمُ وَلاَ الْحَجُ وَلاَ الْعُمْرَةُ، قَالَ وَمَا تُكَفِّرُهَا يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قاَلَ الْهُمُوْمُ فِيْ طَلَبِ الْمَعِيْشَةِ (رواه الطبراني)

‘Sesungguhnya diantara dosa-dosa itu, terdapat satu dosa yang tidak dapat dihapuskan dengan shalat, puasa, haji dan umrah.’ Sahabat bertanya, ‘Apa yang dapat menghapuskannya wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Semangat dalam mencari rizki.’ (HR. Thabrani) Semoga kita semua telah bekerja di tempat dan sumber yang barokah dan menjadikan kehidupan kita penuh dengan rahmat dariNya. Amiin..

~ by Zizima on April 2, 2009.

9 Responses to “Kenapa kita bekerja?”

  1. iya izma san bekerja memang ibadah apapun bentukknya dan gimanapun caranya (maksudnya yg halal he3)…ya sesuai sikon jg sih buk, mungkin kalau masih single bisa ke-mana2, tp kalau yg udah ibuk2 kayak aku kan, suaminya bs teriak2 ditinggal2 jauh2 n malam2…..he he….but i agree so much deh…good article…dimanapun kapanpun selalu ada cara untuk berkarya asalkan berusaha….seperti kata pepatah “mutiara tetap mutiara sekalipun berada di tempat yg berlumpur” he he….

    mana nih artikel masak2an…aduh..aku khan pembaca setia sepanjang masa….

    link ku jg mana nih…??? monggo monggo kalau mau tuker menuker link….=)

    oya, harusnya ada hadiah buat yg sering kasih komen he he….=)

  2. hahaaai Miyosi,,
    Aku ketagiah ngeblog nii.. Bener-bener deh..Sampe-sampe tiap ada luang dikiiiit ajah langsung nulis buat bahan posting,hihii.. Membuatku lebih semangat🙂
    Makasih yaa.. dah sering maen2 ke blog yang masih bayi ini. perlu banyak nutrisi dan bimbingan supaya bisa dewasa🙂

    Ohayaya… jangan kuatir.. aku dah siapkan.. tunggu tanggal mainnya ya.. lagi ngedit gambarnya.. cz size terlalu gede… jadi berat ntar…

    makasih2.. cuma bisa bilang makasih nih ke Miyosi udah baik hati linknya boleh di add disini🙂

    sukses ya Miyosi..

  3. jadi ingat kata2 ayahku…hidup itu diisi dengan bekerja..melakukan sesuatu, mengisi hari2 kita…sehingga nanti bisa jadi bermakna..

    good article..apalagi pada pembahasan ‘semangat dalam bekerja’…jadi nambah semangat kerja nih..😀

    wokeh, selamat bekerja ya bu..salam buat jeng kelin…ooops salah, jeng niar :))

    • Bener mbak… aku juga suka inget ma Ayah yang sering bilang kita bekerja bukan cuma sekedar ‘bekerja’, tapi ada sesuatu di dalamnya.. (melip-melip dikit gakpapa, hehe)

      Sukses ya mbak…🙂

  4. Tks atas kunjungan dan comment di blok saya, saya juga suka tulisan Anda ttg bekerja….. Bakerja wajib hukumnya, saya setuju bahwa bekerja adalah ibadah, dengan bekerja, kita akan memiliki harga diri, dg bekerja berarti kita menyalurkan energi-2 positif yg kita miliki, bekerja merupakan sarana berekspresi untuk mengembangkan potensi yg kita miliki, juga merupakan sarana bersosialisasi mengingat manusia adalah mahluk sosial dan satu lagi yg tidak kalah penting bekerja untuk mencari sesuap nasi beserta lauk pauknya, mencari segenggam berlian, dan asset-2 lain yg kita butuhkan…. hehe.

    Kalo masih ada yg kurang silahkan ditambah sendiri.

  5. Bener juga yah, kalau diniatin ibadah pasti akan ada jalan en gak berat njalaninnya. Gak ada alasan yang lebih kuat selain ‘untuk Penciptaku’

    Thanks yah mbak, jadi hilang kebimbangan hati. 0/ Hail Para Pencari Kerja.

    Reply:
    bener mas.. memang kerja pada awamnya buat mencari nafkah untuk menjalankan kehidupan. Tapi selanjutnya, bekerja juga merupakan cara untuk beribadah. Maka iNsya Allah kalo cara bekerja kita halal, maka barakahlah kehidupan ini. Amiin..
    Kalimat ini cuma dari aku selaku kaum awam ya mas. yang masih terus belajar ikhlas..🙂

  6. bener mbak… lagi bngung soalnya mo milih kerja di perusahaan ato ikut pemerintah aja. dulu mkirin gajinya gedean mana, tantangan, ambisi, jenjang karir. eh abis mbaca artikel ini jd mikir waktu buat bersyukur ama Pencipta banyakan mana. dan tiba2 hilanglah alasan yang lain. sama sama orang awam, sama sama belajar. hanya saja mbak zizi lebih pngalaman. hatur nuhun.

  7. setuju, bekerja memang ibadah, n macamnya juga banyak

    kalau saya punya istri sih pengennya istri saya bekerjanya gak sampai pulang malam kecuali sekali sekali, yah gimana gimana memang wanita n laki2 berbeda kok, tapi pada dasarnya saya mengizinkan istri saya bekerja hanya saja keluarga prioritas utama🙂

    tulisan yang bagus

    Reply:
    memang benar. wanita boleh saja bekerja tapi tanpa melupakan kodratnya ya… tengkyu for the comment ^^

  8. aswrb…salam kenal mb zi…gpp ya aku panggil itu…

    hai..aku indra, dari semarang…..aku skrg bekerja di salah satu bank swasta, dan aku juga ambil S2, menurut kamu bagi waktu yang baik, gimana ya mbak? bisa kasih masukan gak….makasi

    Reply:
    W.Salam
    Pembagian waktunya tergantung dengan prioritas. Prioritas utama seharusnya punya porsi waktu yang lebih besar🙂
    Makasih dah mampir🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: