Pengamen = Seniman?

Ide menulis artikel dengan judul ini awalnya terinpirasi dari seorang teman yang menceritakan bahwa di Yogyakarta banyak sekali seniman di jalanan yang menyuguhkan kreasi dengan apik.. Seketika aku jadi inget dengan pengalamanku sendiri..

Sewaktu pulang kerja, waktu naik bis di daerah ragunan ada 3 orang pengamen yang masuk ke busku. 2 orang bawa gitar, 1 orang lagi bawa semacam mini drum (aku kurang paham dunia permusikan so aku pakai istilahnya sedikit ngarang indah^^). Pengamen A yang membawa drum di depan, yang bernyanyi dan membawa gitar ditengah, sedangkan yang bermain gitar sambil berharmonika di belakang. Saat itu aku duduk di belakang sendiri sehingga lebih banyak mengamati pemain gitar plus harmonika. Keren.. tangan memegang gitar tetapi tetep memainkan harmonika dengan asiik..  TOP…

Pertama kali pengamen itu masuk belum ada respect yang berarti (mohon maaf), tapi kemudian ketika pengamen pertama mulai memukul-mukulkan stick drum ke mini drumnya, perhatianku yang semula sedang asyik ngenet lewat HP jadi tersita. I ever heard this instrumen.. waow… Lagu Yogyakarta-nya KLA Project. Beneran deh, enak banget instrumennya… Sampe terpana..

Lagu itu terus mengalir.. saking enaknya aku sampai bergumam, ayo terus dimainkan lagunya.. jangan berhenti.. Ternyata memang benar ya, ketika kita menikmati sesuatu waktu yang ada akan berjalan dengan cepat, bergulir tak terasa. Dan tiba-tiba lagu itu habis dan aku sudah sampe depan pintu tol.

pengamen= seniman? zizima.wordpress.comPengamen yang membawa gitar berjalan dari tempat duduk terdepan hingga terakhir dengan membawa topinya yang dibalik. Kulihat dari jumlah penumpang yang memberikan ‘donasi sukarela’, dapat kusimpulkan kalau mereka juga terhibur dengan alunan lagunya. Bagaimana tidak, mereka tak hanya sekadar memainkan gitar saja.. tetapi juga memadukannya dengan ketukan dari drum di tambah harmonika. Semua itu pasti butuh kerja keras. Dan hasilnya, banyak yang merasa terhibur. Apakah mereka juga bisa disebut sebagai seniman?

Dalam wikipedia disebut bahwa seniman adalah subyektif yang merujuk kepada seseorang yang kreatif, atau inovatif, atau mahir dalam bidang seni. Dari pengertian tersebut menurutku pengamen yang kemarin kujumpai juga merupakan seorang seniman yang memainkan musiknya dengan sentuhan kreasi mereka sendiri sehingga menjadi hal yang baru (inovatif) dan enak untuk di dengar.

Jika kita merasa terhibur, tentu bukan hal yang salah jika kita memberikan ‘lebih’ kepada para pengamen. Bagaimanapun juga hiburan dari mereka membuat perjalanan menjadi terasa berbeda🙂

~ by Zizima on April 3, 2009.

6 Responses to “Pengamen = Seniman?”

  1. ceritanya bagus sih…tp gambarnya kok g matching ya…itu bukannya pengamen dikereta mbul…

  2. aku ni wis ada modelnya mas..
    cuma sekarang aku lagi butuh gitar buat properti sesi pemotretan..
    Ni modelnya lagi disebelah kiriku.. tunggu yaah🙂

  3. maksud loe…emangnya loe berani bayar brp mau jadiin aku model…mahal kaleee..

  4. harga teman lah mas…

  5. Dulu di angkot juga pernah ketemu sama pengamen yang nyanyi lagu Sunda.. Suaranya merdu lagi.. Pas abies…

  6. Sepakat berat, apalagi kalo pengamennya sampe bikin terpana qe3 Btw ijin make fotonya di postinganku soal pengamen ya🙂 Maaf dan trims sebelumnya.

    Sumber foto dan alamat blog Zizima tetap tercantum. Jika kurang berkenan, monggo hubungi saya di shoubox di Blog atau inungarea[at]gmail.com

    Salam Yogyakarta qe3

    Reply:
    Monggo… silahkan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: