Kebetulan. Atau akibat dari suatu sebab?

Artikel ini ditulis berdasarkan permintaan seorang teman lama dan  kami masih sering kontak meskipun cuma lewat sms aja. Suatu hari, dia menceritakan bahwa dia sangat tertarik dengan kata ‘kebetulan’. Dia mengingatkan bahwa aku pernah bilang kalau ‘tidak ada yang kebetulan di dunia ini’. Ketika mengatakan itu aku sama sekali tidak berpikir dulu dan mungkin bisa dibilang ‘asal bicara’ saja. Dan sekarang dia ingin contoh atau mungkin sedikit penjelasan untuk memperkuat tentang teori “tidak ada kebetulan di dunia ini”. Hooo… Aku berusaha keras untuk menyusun penjelasan yang mudah dipahami.. (ya, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas apa yang pernah kuucapkan)

bunga https://zizima.wordpress.com

Dimulai dari mana ya penjelasannya? okay, aku mulai dari penalaran logika dulu yah.

Pernah dengar yang namanya Teori Kausalitas? Berdasarkan penjelasan dari wikipedia, Teori Kausalitas merupakan bahwa suatu prinsip sebab akibat yang menegaskan suatu kejadian akan didahului oleh kejadian lainnya dan saling terkait. Contoh sederhana, tidak ada asap tanpa api, tidak ada rumah tanpa pondasi, tidak akan ada yang kaya jika tidak ada yang miskin, dan sebagainya. (Pembahasan lebih lanjut mengenai Kausalitas secara islam bisa anda temukan disini). Dari hal ini aku menyimpulkan kalau tidak ada kebetulan bisa jadi benar. Karena suatu kejadian selalu didahului kejadian sebelumnya dan akan dilanjutkan dengan kejadian lainnya. Jadi yang namanya kebetulan merupakan dua kejadian yang berlangsung beriringan dimana masing-masing mempunyai kejadian sebelum (sebab) dan kejadian sesudah (akibat) yang berbeda. Penjelasan kebetulan dengan logika  selesai.

Ada penjelasan kedua mengenai ‘kebetulan’ dari sudut pandang psikologi. Untuk penjelasan ini saya tidak berkomentar lebih banyak karena memang tidak paham tentang psikologi (ya, saya mengakui hal ini :)). Tapi, jika Anda ingin membaca penjelasan tersebut, silahkan klik ini.

Penjelasan ketiga dari sudut pandang islam. Disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai berikut:

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang
mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” (Qs.Al An’aam:59)

Jadi semua kejadian di muka bumi ini merupakan atas kehendak-Nya. Setiap peristiwa akan selalu disertai dengan hikmah yang tidak akan pernah mungkin kira petik jika kita tidak mengalami kejadian itu. Pernahkan Anda merasa seperti ini:

  • “Aku tidak akan pernah bertemu dengannya jika tidak pernah kehilangan dompetku di mall beberapa waktu lalu…”
  • “Aku tidak akan belajar sekeras ini jika nilai ujianku kemarin jatuh lunglai…”
  • “Ayah tidak akan menghabiskan hari sabtunya dengan keluarga jika Ayah tidak kehilangan pekerjaan sampingannya…”
  • “Aku tidak akan pernah merasa bahwa dekat dengan keluarga sangat menyenangkan jika aku tidak nekat kuliah di luar kota…”
  • “Aku tidak akan menyadari berarti uang Rp.50.000,- jika aku sekarang tidak bekerja dengan gaji pas-pasan karena terbiasa menerima uang saku dari orang tua…”
  • “Aku tidak akan pernah mampu membayar uang sekolah adikku jika aku sekarang tidak bekerja dengan keras…”
  • Dan beberapa pernyataan lainnya… (Silahkan tambahkan pernyataan serupa di kolom “comment”)

Bagaimana?


~ by Zizima on April 6, 2009.

11 Responses to “Kebetulan. Atau akibat dari suatu sebab?”

  1. Terima kasih buat artikel yang sangat membantu ini. Tapi ada pertanyaan-pertanyaan yang masih mengganjal. Bolehkan kalau saya tanggapi artikel ini dengan ajakan untuk berdiskusi, dengan harapan mencoba mengetahui kebenaran Ilahi?

    Tanya : saya percaya teman yakin akan kehidupan sesudah mati. Tapi apakah teman pernah memikirkan kehidupan sebelum kehidupan? Karena saya senang memikirkan hal hal yang absurd seperti itu. Hehehehe…

    Tanya : Saya meyakini memang tidak ada yang kebetulan, tapi lebih mendalam lagi, ambil contoh setiap kemampuan khas dari individu tertentu (yang mungkin sering disebut bakat) itu ada, untuk alasan tertentu.
    Apakah kebetulan juga, perasaan ‘de javu’, phobia, hobi atau ketertarikan, dan banyak hal yang kadang kita sendiri tak sadar bagaimana bisa hadir di kehidupan kita.
    Hal-hal yang tiba-tiba saja ada, dan berbeda antara satu individu dengan individu yang lain. Hal hal yang bukan merupakan akibat, karena tanpa sebab. Saya yakin ada hal-hal semacam ini namun sekaligus bingung???? Hahahahaha

    Tanya : Tuhan menciptakan setiap makhluknya dengan tujuan. Secara umum manusia diciptakan menjadi kalifah di bumi ini, namun apakah secara individu manusia tidak memiliki tujuan hidup?

    Karena saya sempat berpikir dari teori kausalitas yang teman ajukan, asumsi saya ‘free will’ dari setiap individu masih memiliki kunci di kehidupan ini. Masih memiliki kemampuan untuk memilih (biasanya disebut sebab), dalam menentukan masa depannya (biasanya disebut akibat), Lalu dimana letak “bukankah Tuhan telah menggariskan???”

    “Aku tidak akan pernah bertemu dengannya jika tidak pernah kehilangan dompetku di mall beberapa waktu lalu…” << “bukankah Tuhan telah menggariskan??” Ataukah ada sebab-akibat disitu???

    • Mencoba ikut ngbrol2, kynya rame.. (=

      Yg pertama, saya fikir akan sgt sulit utk berfikir terlalu jauh ke dalam topik kehidupan sebelum kehidupan skrg, bukankah Allah SWT pun telah berfirman bahwa Dia tdk memberikan kita pemahaman melainkan hanya sedikit sekali tentang masalah ruh.
      Menurut saya tdk semua hal bs dilogikakan, krn pd dasarnya logika adl batas akal manusia, jd jika semua apa yg direncanakan oleh Allah SWT dpt dilogikakan, maka secara tdk lgsg kita berpikiran bahwa kemampuan dr Allah SWT pun hanya sebatas logika kita saja, dan saya yakin bahwa kita sama2 setuju bahwa statement itu tidak benar.

      Kedua, menurut saya bakat adlh percampuran antara kerja keras dan keyakinan diri. Misal seseorang yg pernah mendapat satu pujian/ penghargaan dlm 1 bidang trtentu cenderung akan menganggap bahwa dirinya memang berbakat dlm bidang tersebut. Misal dlm seni (dmana bakat sangat dibutuhkan), saya pernah baca kl Kenny G sbnrnya tdk prnh bs meniup sax pd waktu kecil, ttapi krn keluarganya selalu “memuji” ktika dy memainkan sax itu, akhirnya dy brhasil.(=

      Ketiga, tentu saja manusia boleh memiliki 7an hidup sendiri. Kecuali kematian (dll nya), bukankah memang terdapat nasib2/takdir2 manusia yg masih bisa diubah? (=
      Utk takdir yg dapat diubah, saya berfikir bahwa Allah SWT memberikan kita beberapa alternatif hasil akhir, dan kelak hasil akhir yg kita peroleh bnr2 bergantung dr usaha yg kita lakukan. Memang Allah SWT telah menggariskan, tp kita tetap diberi keistimewaan utk menentukan. Penganalogiannya, usaha adalah titik-titik dimana kita harus berlari, dan takdir adalah sesuatu yg menunggu kita di titik akhir dimana kita memutuskan utk berhenti..

      Sekian sajah..
      Salamun’alaykum..

    • Pertanyaannya bagus.. sangat kritis,, jawabannya mungkin terlampau panjang ya mas..
      Akan diusahakan untuk memposting artikel susulan yang menjawab pertanyaan ini satu-persatu yaaah🙂
      atau mungkin kita bersua sajo? hehee… becanda…

  2. ^
    ^
    sopo nulis sak mono akehe… wakakakakaak, sepuntene yo.😛

    • Gakpapa mas.. Alhamdulillah ada pembaca yang sangat kritis.. biar bisa termotivasi untuk terus ‘brainstorming’ ^^

  3. aku setuju ma izma san, nggak ada yg kebetulan di dunia ini, apa yg kita lakukan atau pikirkan itulah yg akan kita dptkan, spt peribahasa menebar angin menuai badai. he he. pokoknya emang nggak ada yg kebetulan kok, spt disebutkan di buku the secret, magnet muhammad, n quantum ikhlas. Yups, bener bgt, smua itu akan menunjukkan bhw Allah Maha Adil, “apa yg kt pkrkan,ushkan, lakukan, itulh yg kn kt dptkn”

    kalau contoh (sing wes terjadi sm aku j ya):
    dengan aku yg seprt ini dpt suami yg spt mry, n trnyt q ngerasa sebanding bgt, sesuai, he he,

    ada jg ding: rosul (dg sifat yg kueren pol, istrinya ya siti khodjah yg g kalah keren)…so g mgkn ak ngmpiin suami sprt rosul, kalau aku gak sprt st kdjh ato aisyah, he he, begitu pl sbaliknya….=)

  4. Salam kenal ya buat yang udah pasutri nie. Selamat berbahagia dan smoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah.

    Duh Muhammad saw ya sebagai pmbandingnya. Hwaaa, ampun mbak, ampun. Hehe. Tp ada lg kok contoh yg udah dialami selain suami mbak tercinta. Keislaman mbak😀

    Apakah itu sebab? Atau akibat? Atau malah kebetulan karena warisan? Hehehe, maaf ya mbak. No hard feeling. Kikuk kikuk.
    0/ Salam!

  5. he he..lha kalau dikasih smua contoh nggak ckp setahun =), lagian yg lagi “in” kan mslh nkh (pengantin baru gt), jd ya udah =)…

    he eh..emng Rosul nggak bs dibandingkn kok..niru aja susah, tp se nggak2nya kt sll inget gt, n seimbang dunia akhirat…=)

  6. Menarik mbak,
    aku juga sempat melayangkan pertanyaan yang sama tentang kebetulan ini,
    udah diposting udah baca belum?

    Salam kenal..

    Musafir.

    • makasih udah maen-maen kesini..
      masih belajar..
      mohon maaf, pertanyaan yang dimana mas? yah begitulah, manusia memang belum lengkap kalo belum lupa ya.. sekali lagi, mohon maaf…

  7. Nuwus nuwus, terimakasih sdr/i buat pencerahan dan respon positifnya. Thanks jg buat mbak zizima yah, udah nulis artikel yang mbois pol.
    Salam kikuk kikuk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: