Melanggar aturan=bangga??

Beberapa kali mengamati kejadian disekitar.  Kalo dilihat-lihat sebenarnya ada banyaaaaaaak banget aturan yang seharusnya jadi ‘rules’ buat kehidupan sehari-hari. Aturan yang paling ‘menempel’ ma diri kita adalah aturan ‘keagamaan’ atau religi. Alhamdulillah aku seorang Muslim. Ada aturan-aturan yang harus dipatuhi, mulai Sholat, puasa, berdoa, dll. Disamping aturan keagamaan, kita juga punya aturan lain yang namanya sopan santun. Misalnya, ketok pintu sebelum masuk ke rumah atau kamar orang, jangan meludah di tempat umum, menambahkan kata “pak” atau “bu”, “mbak” atau “mas” saat berbicara dengan orang lain yang lebih tua. Contoh lainnya lagi? masih banyaaaak. Gak bisa disebutin satu-satu kayanya…

Oyah, saat nulis ini aku nulisnya di kantor lho,,, lagi jam istirahat. Hari jumat, kantor jadi agak sepi.. yang cowok-cowok jumatan._(hehehe, gak penting, gak ada hubungannya ma topik yang aku bicarain) Okay,back to the topic.

Pernahkah gak kamu merasa terganggu atau jengkel atau apalah sejenisnya saat ada orang yang melanggar aturan dengan tenangnya dan bahkan ada ‘sedikit’ nada bangga? Senang sekali yah kalo belum pernah ketemu dengan orang yang model begitu (orang yang akan semakin senang atau semakin bangga saat pelanggaran yang dibuatnya semakin besar). Secara tidak sadar sebenarnya beberapa kali aku ketemu dengan orang yang seperti itu.. Tapi aku belum terlalu  memusingkannya. Aku berpikir, “itu gak berdampak ke aku meski dia melanggar aturan”.  Dan sekarang. Aku  merasa menyesal kenapa gak dari dulu aku sadar bahwa seharusnya aku bisa sedikit tanggap jika ada yang bangga dengan pelanggaran yang dia buat. Heeem… Saat aku  nulis ini, beberapa menit yang lalu, ada semacam senior yang agak gimanaaa gitu (stop, aku bukan sedang melakukan ‘ghibah’-membahas aib orang. aku hanya menceritakan ulang untuk kemudian diambil hikmahnya). Agak gimanaa-nya itu dia dengan santai melakukan pelanggaran aturan kantor. Di kantorku kalo jumat masuk jam8-setengah6 (pulangnya 30 menit lebih lama karena istirahat lebih lama untuk sholat jumat). Nah, saat ini dia pukul 12.10 dia udah pulang. Whaaaatsss? aku diam aja. Bahkan dia bangga banget udah bisa pulang cepet. Ini jam berapa gitu? masih jam segini. Memang nantinya akan ada laporan dia pulang jam berapa (dari data rekapan absensi IT yang diserahkan ke atasan). tapi dia semakin bangga ajah… Heem.. jadi sedikit geemmeess.. memanng sekarang Boz lagi diluar kota. Tapi kok yaaa?? hheeeemmmm…. Setidaknya ini bisa jadi reminder ke diri sendiri supaya nanti bukan jadi orang yang bangga saat melanggar aturan. Insya Allah yaa…

~ by Zizima on April 17, 2009.

3 Responses to “Melanggar aturan=bangga??”

  1. Melanggar aturan untuk kasus tertentu mungkin baik…tapi kalau secara gamblang dan di banggakan gak banget deh…kalau terpaksa karena ada keperluan mendesak ataukah antara hidup dan mati sih oke lah…

  2. Mungkin kalo dia melakukanny pas dia masih SMA bolehlah bangga (secara lg gejolak masa muda).. tapi kalo dah kerjja, itu tidak menunjukkan kalo dia udah dewasa dan bisa diandalkan di bidangny.. hehe pendapat doank..

    btw thank dah main ke blogku, tukeran link ya.. ntar biar sering mampir kesini..🙂

  3. Mungkin karena ga ada yang bisa dibanggakan lagi, ya terpaksa, melanggar aturan pun jadi membanggakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: