Work-Life Balance

Kurang paham juga ma apa yang sebenarnya work-life balance itu. Pemahamanku itu suatu kondisi dimana kita punya keseimbangan alokasi waktu antara kerja dan ‘me time’ atau waktu pribadi. Trus, waktu yang tepat buat alokasi work-life itu brapa yah? still dont know for sure..U know?

Sebenarnya aku sendiri juga lagi berusaha menyeimbangan work-life time dengan versiku sendiri (setidaknya aku merasa pengembangan otak kanan dan otak kiri sama, halah… Blog ini salah satu usaha untuk menyeimbangkan juga.. ) Sisi positifnya sekarang aku masih bertanggungjawab ma diriku sendiri (artinya aku belum punya suami dan anak. I will. someday. Soon. hehe) itu artinya aku cuma fokus ke satu hal, yaitu aku, yang tentu aja bisa aku kendalikan sendiri dimana segala dampak atas pengaturanku juga akan lari ke aku sendiri. Tapi sisi negatifnya bahaya juga kalo aku  menikmati kondisi ini.. hehe. Soalnya suatu hari nanti aku pasti membelah kepalaku menjadi beberapa bagian.

Setelah aku hitung-hitung emang waktuku dalam sehari lebih banyak kesedot ma kerjaan dan segala atributnya. Berangkat superpagi, pulang malam. Ngantuk2 di bis.. hal yang kulakukan 5 hari. Alhamdulillah semua ritme itu bikin aku jadi lebih disiplin banget. Sabtu minggu byasanya senam trus ke pasar trus masak. Siangnya? baca buku. Nah ini dia… saat baca buku aku suka ngeletes malah baca buku berat atau literatur yang ada kaitannya ma kerjaan. Jadinya aku serius banget.. padahal udah bikin aturan kalo weekend bacaannya baca majalah, buku wacana (kaya komik-komik, majalah, novel, La Tahzan, mind mapping, buku masak memasak juga gakpapa, hehe, and so on).Sorenya? les.

Minggu? ini family time.. waktunya kumpul-kumpul ma keluarga Om n Tante. Kadang sorenya jalan-jalan ma Adik.

Apapun, entah ini masuk ke work-life balance yang sesungguhnya menurut sang pakar, tetep selalu berusaha buat mensyukuri, menikmati, dan memperbaiki pola-pola gak penting yang bisa bikin irama sehari bisa keganggu…🙂






~ by Zizima on July 16, 2009.

2 Responses to “Work-Life Balance”

  1. iy bner tuh mba..aku malah gak bisa menyeimbangkan waktu dngan baik..kalo hari kerja, pergi pagi pulang malem, hari libur ngerem dikamar, gak keluar-keluar kecuali buat makan. Malah lebih parah aku..ahhahaa…

    mau di beresin juga ah pola hidup nya..kangen keluargaa

    Reply
    Yuk,, aku juga pingin banget punya ritme yang teratur n bisa lebih imbang antara work-life time… ^^

  2. Work-life balance.. ehhmm,. Simple but dificult. How about this,.!!

    2 minggu bekerja full 12 jam sehari, pressure everywhere. dari supervisor, dari proses refinery, dari management, dari rekan kerja, dsb. Dimana setiap hari adalah senin. otak & fisik diforsir sampai limit tertinggi.

    2 minggu berikutnya menganggur full. 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Selalu ada waktu untuk apapun, siapapun, dan dimanapun. Setiap hari hanya nonton tipi, baca koran, dan tidur.

    Is it balance enough.? hahaahaa,.. BTW, I love my life way I’ve been choosing, at least till this time.

    Reply:
    I do believe that your company has been considered then decided that 2 weeks on then 2 weeks off is the best time alocation for a plant engineer like you. So dont u worry that u wouldn’t have a work life balance on your own way.. Just do your best. when u on work, stay focus on the things you have to do. When u r free, do some relax🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: