PMS

Suka engga ngerti kenapa bisa lebay saat menghadapi sesuatu yang ada korelasinya sama hati. Suka tiba-tiba merasa engga sinkron antara apa yang ada di hati sama di kepala. Tidak sinkron antara rasa dan logika. Sesungguhnya pas itu terjadi, selalu merasa kenapa bisa too much gini ya dalam merespon suatu perkara? Selalu terjadi “debat” antara hati sama otak pas lagi dalam kondisi itu. Meskipun ada suatu periode dimana yang dominan menang adalah hati (menyedihkan).

Kayanya kaya gitu deh yang dirasain pas lagi PMS. Pre Menstruation Syndrome. Katanya mbah Wiki kaya gini:

“Gangguan kesehatan berupa pusing, depresi, perasaan sensitif berlebihan sekitar dua minggu sebelum haid biasanya dianggap hal yang lumrah bagi wanita usia produktif. Sekitar 40% wanita berusia 14 – 50 tahun, menurut suatu penelitian, mengalami sindrom pra-menstruasi atau yang lebih dikenal dengan PMS (pre-menstruation syndrome). Bahkan survai tahun 1982 di Amerika Serikat menunjukkan, PMS dialami 50% wanita dengan sosio-ekonomi menengah yang datang ke klinik ginekologi”

Is that true and happens to me?

Kayanya iya kali ya. Cuma serasa engga dewasa kalo setiap perasaan sensitif and moody itu datang maka yang disalahkan PMSnya. Sapa tau juga itu karena memang aku yang belum bisa mengendalikan emosi dengan stabil? Atau bisa jadi karena belum terlatih untuk bersikap tenang dan kalem saat ada sesuatu terjadi? Tapiii, kalau misalnya kita tiba2 merasa engga ada apa-apa trusan bisa merespon sesuatu dengan reaksi yang berlebihan dan serasa engga nyambung antara sebab dan dampaknya, kok ya perlu digali lagi.

Semakin parah kalo misalnya PMSnya ini merambat n menjalar ke orang-orang di sekitar, duh guilty-nya, mo0dy kok malah disebar-sebar, hehe. Apalagi tadi dibilang kalo PMS bisa terjadi 2 minggu sebelum hari H. Huaa, bayangkan saja, 50% dalam sebulan akan berada dalam kondisi tidak menyenangkan secara emosi. Hoo, tidak akan dibiarkan itu terjadi. Kapan happy-nya dunk?🙂

PMS ini memang engga bisa dihindari tapi  bisa dicegah kok… Kata ibu n mbah, coba minum larutan asam n gula merah seminggu sebelum hari H, banyak minum air putih, banyak olahraga, tidur cukup, plus dipijat di tumit kaki. Insya Allah berkurang PMSnya karena kondisi hormon jadi mendekati normal. (pssst, aku suka lupa siih sama saran2 ibu itu, jadinya kadang suka moody,hehe)




~ by Zizima on June 29, 2010.

2 Responses to “PMS”

  1. seperti yang aku alami saat ini, PMS, waduh rasanya pengen esmosi pdhl d ada masalah apa2, xixixixixixi,
    mo marahin siapa jg g ngerti lha g ada yg bikin marah, xixixixixi

    btw, meme nikah sabtu besok, ehm… ikut seneng banyak temen2 yg udah nikah, tp di sisi laen sedih g bisa dateng :((,

    Reply:
    maaf baru baleeess.. hihihi.
    emang iyah PMS ni kadang suka bikin emosi sendiri, sekalinya engga pms eh jerawatnya banyak bangeet😀

    kemarin udah liat foto-fotonya meme.. ikutan seneeeeeng🙂

  2. Ups, soal PMS nih. Kata temanku yang kuliah di Keperawatan UGM, ketika lagi dapet disarankan jangan keramas. Coz akan memperlambat kerja salah satu hormon yang bertugas melancarkan M. Tunggu hingga selesai aja, baru keramas

    Sayangnya sering salah kaprah, ketika M malah keramas seperti biasa karena rambut terasa gatal. Karena keramas, maka M jadi (tidak terasa) terhambat dan berisiko pada kesehatan rahim. Istilah gampangnya, tidak terbilas sepenuhnya dan masih ada yang tersisa.

    Reply:
    hihihihi, makanya coba jadi wanita😀 *lho salah ya sarannya? hehe

    Oya mbak Zizima, Btw barusan mohon ijin make foto dan numpang komen di postingan ‘Seniman=Pengamen’, Juni 2009🙂 trims sebelumnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: