Job VS Career

Kapan hari tu ada sharing session colongan sama temen2 seruangan. Temanya: “Is that ur job means ur career?” Summary-nya kaya gini (ofcorz dengan bahasa yang gak sama persis yaaah.. diringkes lah tepatnya soalnya jelas sayah engga inget pasti, hehe)

A: Pekerjaan saya saat ini adalah memanage cash flow alyas di area treasury. Sedangkan yang menjadi career saya ada di enterpreneur spesialisnya di culinary. Motivasi saya untuk hidup adalah anak-anak dan istri. (Dia ni termasuk anggota baru di divisi saya, anaknya 2 masih kecil2, lucu, humoris)

B: Pekerjaan saya saat ini adalah di area internal control dan audit. Passion saya sebenarnya adalah mempunyai usaha sendiri, entah di bidang culinary atau event organizer. Motivasi bekerja adalah untuk mendapat “fund” alyas money, pride, prestise karena B ni merasa banyak hal yang engga akan bisa kita peroleh kalo misalnya engga punya banyak uang. (Dia ni udah jadi head, udah tajiiiir, pasangannya sukses wiraswasta yang projectnya wuuuihh banyak banget lah “nol”nya,hehe, murah hati bangeeet)

C: Pekerjaan saya saat ini adalah sebagai seorang analyst. Passion saya sebenarnya adalah menjadi konsultan, dimana saya bisa berbagi dengan klien saya. Motivasi saya untuk bekerja adalah ingin menjadi seseorang yang bisa memberikan added value untuk orang di sekeliling saya, baik keluarga, maupun orang lain. (Dia ini orangnya pemikir sejati, pengen sekolah di luar, anaknya 1 masih kecil, pengen istrinya ntar berhenti bekerja)

D: Pekerjaan saya saat ini adalah sebagai seorang senior manager yang membawahi beberapa area tertentu. Passion saya  adalah ingin menjadi salah satu komite eksekutif di perusahaan, lalu usia 50 saya akan berhenti bekerja kantoran, cukup menikmati hasil kerja keras saya dan  menjabat sebagai komisaris lepas dan bisa lebih banyak meluangkan waktu untuk keluarga plus kegiatan kerohanian. Motivasi saya bekerja saat ini adalah  menyiapkan dana untuk pendidikan kedua anak saya dengan sebaik mungkin, mulai dari sekarang. (Dia ini orangnya care, baik, good leader, good manager, anaknya 2)

Saya: Pekerjaan saat ini adalah managing report dan database. Passion saya ingin menjadi ibu rumah tangga yang produktif, means tetep bekerja meski di rumah entah gimana caranya. Motivasi saya untuk bekerja, mendapat ketenangan lahir batin (work-life balance) dan selanjutnya bisa bermanfaat untuk orang di sekeliling saya. Dan tentu saja, ingin mengimbangi suami saya kelak, engga pengen njomplang karena saya sudah sibuk di rumah maka ketika suami saya membahas sesuatu saya hanya bisa bengong. Big No No. Lalu, pengen punya keluarga kecil yang bahagia, religius, sejahtera, sentausa, dan selalu dalam lindunganNya. Amiiiiiiiiin. Kebanyakan yak mintanya? takpapalah..hihi.  (Saya? haha, dijelaskan juga ya? gak usah yaah,hehe, ngeles aja kerjaannya).

Kesimpulannya?

Diantara kita berlima, kesemuanya masih mengalami apa yang disebut dengan “gap between job n career”. Job mencerminkan pekerjaan yang kita lakukan sekarang. Career mencerminkan passion yang sebenarnya menjadi pekerjaan impian kita. Dan apakah kita semua berlima menyesal? 4 diantaranya merasa tidak perlu menyesali antara gap yang ada, karena pekerjaan yang dilakukan sekarang tentu saja bukan tak berhikmah dan engga berarti semakin jauh dari passion yang sebenarnya diharapkan. Ke4-nya sepakat bahwa pekerjaan yang dilakukan sekarang adalah proses transisi menuju pekerjaan impian itu.

Lalu yang 1-nya gimana? the one and only person yang punya pendapat berbeda ini menganggap, bahwa dengan adanya gap antara job dan career, seyogyanya kita harus segera mengambil jalan keluar. Selami pekerjaan sekarang dan itu yang menjadi karirmu atau keluar dan kejar karir impianmu itu. Dia menganggap, fase transisi akan membuang waktu saja dan belum tentu efektif, karena jika kita udah niat, maka segalanya akan berjalan.

Percaya yang mana? heemm…🙂

~ by Zizima on October 20, 2010.

One Response to “Job VS Career”

  1. ohhh gituuu *manggut-manggut*

    percaya yg mana ?? ntar tak nanya suami dulu bolehnya yg mana, wkwkwkwkwk, soale slh st syaratnya suami mesti ridh, lha piye😀 *maklum beginilah emak2*😀

    sbenernya, kalau cewek sih enak2 aja, di mana2 aja bs, kn cew itu katanya cerdas, dlm kondisi apapun katanya seorg cew bs menghasilkan sesuatu yg “wah” asalkan yakin n brusaha,

    tp kalau cowok, kayaknya rada susah apalagi kalau udh ada bawaan, tetep sm kerjaan lama yg hasilnya bikin air liur netes meski gak sesuai idealisme apa hengkang trus mulai dr nol?? ehmm kalau cowok kayaknya mesti mikir2 dulu ya gimana2 kn udh ada bawaan *matre matre*, ehmm, entahlah, biar kutanyakan pada angin yg berhembus di sore hari dulu, hahaha

    Reply:
    hhihihihi ya jelaslaaaah…. restu suami jelas segalanya kalo udah nikaaah ^_______^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: